Dress Brokat Membuat Saya Semakin Percaya Diri

“You are what you wear”.  Peribahasa itu pernah saya dengar yang menunjukkan bahwa apa yang kita pakai menentukan siapa diri kita. Cara berpakaian dapat menggambarkan secara sekilas bagaimana kepribadian orang tersebut, misalnya ada yang terlihat tomboi, girly, elegan atau bisa juga terlihat identitas agamanya bagi yang wanita yang memakai jilbab. 
Memilih pakaian merupakan tindakan ekspresi dari pribadi. Apa yang kita pakai dan bagaimana kita menggunakannya juga dapat mengkomunikasikan suatu pesan dan membentuk identitas grup. Misalnya Ganguro sebagai trend pakaian di Jepang sebagai  bentuk pemberontakan terhadap standar kecantikan Jepang yang digambarkan sebagai gadis dengan kulit putih pucat dan rambut hitam sehingga mereka berdandan untuk melawan sterotipe cantik dengan menggunakan make up berwarna coklat tua.
Sumber: wowamazing.com

Review Cleansing Oil: Sensatia Botanicals Rejuvenating Pomegranate

Setelah terpengaruh dengan skincare Korea, baru tahu tentang teknik double cleansing. Jadi untuk pembersihan pertama memakai oil atau balm yang kedua baru memakai cleansing wash biasa.

Saya sudah pakai 3 merk first cleansing dan terus berganti merk, karena penasaran pengen coba yang lain. Pertama kali saya pakai Mizon Cleansing Oil dan sejauh saya pakai enak-enak saja. Yang kedua saya mau coba pakai balm jadi saya beralih ke Heimish. Karena Heimish Balm saya tinggal sedikit, saya mau coba merk lain yakni Zero Balm katanya reviewnya bagus ya.

Kue Kekinian Artis di Kota Padang: Rosa dan Dude Herlino

Saat ini banyak artis buka usaha kue kekinian kan ya. Di Kota Padang juga ada 2 artis yang menjajal bisnis ini yakni Rosa dan Dude Herlino. Seperti apa toko serta kuenya, serta lebih enak yang mana, bisa dilihat juga di channel youtube saya:



Lokasi
Lokasi toko kue Rosa dan Dude Herlino tidak terpaut jauh, sekitar 1 km. Kalau toko kue Rosa di Jalan Proklamasi No.65, Alang Laweh sedangkan toko kue Dude di Jl. Sawahan No.43. 

Kereta Bandara: Nyaman tapi....

Tanggal 1 Januari kemarin, saya harus kembali ke Padang karena esoknya sudah bekerja kembali. Lihat di televisi, banyak dibahas tentang kereta bandara. Wah pas banget momennya, jadi mau cobain bagaimana sih rasanya.



Reviu Mic Vlogger: Rode VideoMicro

Salah satu resolusi saya di tahun baru ini adalah menjadi youtuber. Jadi awalnya saya terinsipirasi oleh video Alifa Ratu. Dalam videonya dijelaskan kalau Alifa dengan subscriber 150ribuan waktu itu (sekarang sudah 200ribu lebih) bisa mendapatan 130 juta sebulan. Jumlah yang sangat fantastis.

Makin terpaculah saya ketika tahu Alifa memakai kamera Canon Eos M10, terus saya berpikir kok Canon Eos M3 saya nggak produktif ya? Akhirnya saya mulai hunting informasi apa saja yang diperlukan untuk jadi vlogger selain kamera.

Ketika coba ngevlog suara yang terekam kok kecil banget ya, ternyata kita butuh juga mic eksternal. Lalu saya pergi ke salah satu toko elektronik di Kota Padang untuk beli, harga yang paling murah itu merk Boya yakni 400 ribu. Mahal ya, kirain dapat 200 ribu. Akhirnya saya urungkan untuk beli.