Surat Untuk Stiletto Book: PDKT Hati

Depok, 6 Februari 2014

Dear Stilo,

Bagaimana kabarmu disana? Semoga baik-baik saja. Kabarku disinipun baik-baik saja *surat ala zaman SD. Aku seneng banget bisa kenalan dengan kamu. Kamu masih ingat tidak pertemuan pertama kita? Waktu itu aku lagi mampir ke blog dr Meta dan tertarik dengan buku "Don’t Worry to be a Mommy!". Buku yang recommended banget buat new mom macam aku dan ternyata pas banget, kamu lagi ngadain lomba reviewnya. Alhamdulillah aku menang juara pertama, katamu reviewku ditulis dengan bahasa yang mengalir dan adanya keterlibatan emosi dalam membuat ulasan *blushing..

Dari perkenalan pertama kita, semakin lama aku semakin cinta sama kamu. Tampilan webmu yang ciamik, twittermu yang responsif ke followernya, fanpagemu yang hangat, dan tentu saja kuis-kuismu yang buanyakk dan kesempatan yang sangat terbuka bagi kami untuk bisa ikut berkontribusi. Mereka semua hadir menjadikan aku dan kamu alias kita (*apa sih) menjadi seperti sahabat. Betul deh, belum pernah aku merasakan penerbit lain yang begitu dekat dengan para pembacanya. Aku menyebut semua caramu itu sebagai pendekatan (PDKT) hati *cihuy

Dari karya-karyamu yang dihasilkan, kamu tuh sudah punya karakter sendiri pada setiap karya terbitanmu, pokoknya ‘stilo banget deh’. Tema karyamu yang memiliki kekhususan spesialis buku perempuan, logomu yang so sexy, cover bukumu yang berwarna-warni yang membuat hati tergerak untuk segera mengintip apa sih isinya. Walau ada pepatah mengatakan ‘don’t judge the book from the cover’ tapi buat aku yang orang visual, pasti menjadi kesenangan sendiri mempunyai koleksi buku yang berwarna-warni.

Setelah membaca karyamu, kalau diibaratkan makanan, makanan Stilo itu bukan hanya mengenyangkan perut tapi juga jiwa. Ada hikmah yang dapat kita petik dari setiap judulnya. Membekas dan meninggalkan kesan di hati. Misalnya ketika membaca buku favorit saya “Don’t Worry to be a Mommy!” menjadikan saya semangat ngASI, ketika lelah dengan dunia per’pumping’an saya diingatkan kembali perjuangan dr Meta, bukunya seperti berbisik ‘you’re not alone, Uwi’. Untuk para pejuang mimpi, a cup of tea menggapai mimpi siap dijadikan teman penyemangat hati. Buku Girl Talk asyik dijadikan ‘teman’ ngobrol tentang 30 kisah seputar perempuan dan buku-buku lainnya yang tidak kalah inspiratif

Aku mau tanya deh, tapi jawab jujur ya. Kamu pake pelet ya? Karena kalau sudah kenal sekali saja sama kamu, pasti jadi lengket kaya perangko. Tidak bisa lepas dari webmu dan dari twittermu. Jujur aku tuh mulai aktif di dunia pertwitteran gara-gara kamu lho, ada buku apa lagi nih, ada promo apa lagi nih dan ada gratisan apa lagi nih *tetep. Jadi seperti orang kecanduan, kamu harus tanggung jawab!! *nodong pake breastpump :p. Tapi sayang banget aku kelewat shocking salemu yang beli 4 buku gratis agenda itu. Boleh nggak promonya diperpanjang? Boleh ya boleh? *kedap-kedip kayak lampu sein

“Tak kenal, maka tak sayang” itulah tantanganmu bagaimana supaya dikenal lebih luas lagi. Kapan nih kamu bikin acara kopi darat dengan pembacamu *titip 1 bangku ya buat aku kalo adain di Jakarta. Mungkin bisa juga diperbanyak jadi sponsor di forum-forum perempuan, di kampus-kampus atau adakan talkshow seputar dunia jurnalistik. Ayo semangat ya karena karyamu itu pantas dibaca para perempuan karena memberikan efek positif bukan hanya buku yang kosong tanpa mengajarkan nilai-nilai kehidupan. 

Aku mau permintaan dan saran sedikit lagi ya. Permintaanku jangan hanya dibahas profil penulis saja di webmu, aku kan juga mau kenal kamu luar dalam *eaa. Siapa sih admin twittermu, pasti cantik secantik sapaannya saat membalas komenku di twitter *ngegombal. Saran dariku supaya diperbaiki terkait hasil cetakanmu, ada beberapa halaman di beberapa buku yang hasilnya kurang bagus cetakannya jadi terlihat seperti fotokopian. Saran lain, bagaimana kalau dibuat member Stilo? Jadi kalau beli buku di webmu ada tambahan poinnya, jadi hadiah poin yang terkumpul bisa untuk beli bukumu yang lain *emak2 ga mau rugi dan dengan adanya member mudah-mudahan kamu berkenan mengirimkan info buku terbarumu, kegiatan-kegiatanmu ke email para member. Harapan untukmu mudah-mudahan semakin tambah usia, semakin banyak dan luas tema-tema perempuan yang dibahas. Terlepas dari sedikit kekuranganmu, karyamu sudah maknyos

Akhir kata, selamat milad yang ketiga ya Stilo. Walau usiamu masih balita, aku yakin bukan hanya dapat merangkak dan berjalan tertatih tapi mulai dapat berlari kencang bersama para penerbit besar lainnya. Karena dengan PDKT hatimu, pasti akan langsung sampai ke hati para pembaca. Tapi kalau kamu makin banyak sahabatnya, jangan lupa sama aku ya. Sekian surat dariku, kutunggu balasanmu.

4 x 4 = 16
Sempat tidak sempat harus dibalas

Dari sahabatmu,
Uwi

Artikel ini diikutsertakan dalam rangka Writing Contest: Surat untuk Stiletto Book

Dwi Aryanti
afuzu@yahoo.com

No comments