(Lagi-Lagi) Tentang Keuangan Keluarga..

Yup..
Sebagai manajer keuangan keluarga Indriyanto saya hobi banget nyusun rencana keuangan rumah tangga dan parahnya hanya bertahan sebentar *hadeuuhh. Sebentar lagi usia pernikahan kami yang kedua dan sudah dikarunia jagoan kecil kami Fatih yang harus dipersiapkan juga biaya sekolahnya sejak dini. Tapi yang ada utang kok malah numpuk hiks hiks, padahal kami berdua sama-sama bekerja. Coba tebak siapa yang salah? *unjuk idung
Akhir-akhir ini saya juga punya hobi baru yang bikin mau tempeleng diri sendiri. Belanja online!! Maafkan ya, Mas istrimu yang mudah tergoda ini, abisan pada diskon sih. Kalau beli di mall belum tentu dapat semurah itu dan semudah itu *tinggal klak klik aja. Mencoba introspeksi diri dan kembalilah kau nak ke jalan yang benar *tepuk-tepuk diri sendiri.
Dalam keluarga kami, nggak ada prinsip "uangmu uangku uangku ya uangku". Saya dan suami sama-sama membangun keluarga kecil kami dari nol. Setelah nanti sampai puncak akan terasa indah pemandangannya, sejuk udaranya, nikmat perjuangannya bahkan setiap nafas yang kita hela akan penuh kesyukuran. Dibandingkan ke puncak, tapi naik helikopter, pasti akan beda sensasinya. Dalam Islam wanita pun diberi kemuliaan, jadi setiap rupiah yang saya pakai dalam keluarga dihitung sedekah, karena membantu suami, anak juga ibu dan bapak. Amin..
 
Langkah awal perbaikannya adalah, pertama-tama penyusunan anggaran. Mumpung besok gajian nih, harus langsung diterapin. Menurut teh Ligwina Hananto, keuangan yang baik komposisinya seperti tabel disamping dan investasi sekitar 10-20%.

Saya modif untuk saya sendiri:
  1. Utang (30%)
  2. Investasi, termasuk zakat (20%)
  3. Operasional (35%)
  4. Pribadi (15%)
Rinciannya:
Investasi (20%): Ini masih jadi PR untuk saya, mau dikemanain uangnya kalau sudah terkumpul. Yang kepikiran sih kalau sudah kekumpul sebanyak dana cadangan (kalau sudah punya anak 1, dibilang cadangannya 9 kali biaya hidup) mau beli logam mulia supaya tidak tergerus inflasi. Reksadana atau produk yang lain? belajar dulu kali yah. Abis gajian langsung ditransfer ke rekening suami, biar aman. Kalau mau ambil, jadi harus lapor bos (baca: yang punya token) dulu.

Utang (30%):
  • Cicilan motor. Karena motor suami dikasih Mama (mertua) untuk gantiin motor Mama yang sudah tua. Jadi mau nggak mau, ambil motor baru untuk operasional suami. Awalnya maksa untuk pake motor 1 untuk berdua, tapi badan saya rontok juga karena harus jemput suami pulang kerja, padahal saya juga baru pulang kerja dari Pramuka-Depok yang makan waktu 2 jam. Ditambah keseringan juga kereta mogok, beberapa kali saya hujan-hujan kedinginan nungguin suami di stasiun. Naik ojek malah jadi bengkak biayanya, jadi dengan terpaksa harus ngambil cicilan motor *totally curhat :'(
  • Cicilan laptop. Laptop mati setiap kali kegoyang, masalahnya kalo jadi rider kan goyangan juga dahsyat tuh yang akhirnya sering dibawa berat-berat malah sampai kantor nggak bisa kepake. Dan karena urgensi, akhirnya harus beli yang baru.
Catatan: bayarnya transfer, biar keliatan rekam jejaknya *emak-emak tukang ngilangin kwitansi
Operasional (35%):
Ini juga jadi PR buat saya nih, gimana menyusun supaya cukup dengan operasional yang segambreng. Maklum masih numpang juga di rumah orangtua indah. Pos-posnya:
  • Transportasi
  • Makan
  • Pengasuh
  • Tambahan untuk ortu
  • Keperluan Dede (Pampers, imunisasi dll)
  • Printilan lainnya

Pribadi (15%):
Kalau kata teh Ligwina mah, walaupun dilarang mah suseeeh. Boleh dong ah membahagiakan diri sendiri setelah mencari penghidupan di ibu kota yang keras *duile bahasanye. Pos-posnya:
  • Baju, pashmina, biar masih kaya mahmud (mamah mudaa).. *aisshhh
  • Seminar dan pelatihan
  • Buku
Kemarin lagi blogwalking dari blogger yang hobi koleksi tas dari gaji kantornya, mirip-miriplah walaupun hobi saya (Alhamdulillah) nggak semahal itu. Hobi saya kan juga kebanyakan investasi juga sebenarnya *cari alasan. Jadi, tipsnya dibuat account budget, rekening khusus jajan supaya tidak menganggu pos yang lain. Kalau memang masih mau jajan atau punya barang inceran, yah usahanya harus lebih kuat lagi nyari tambahan. Kalau saya mah yang kebayang baru berburu lomba blog dan mungkin tambahan dari dinas luar yang diluar gaji. Tambahan lain? tambah PR lagi
Kesimpulannya:
  • Belajar tentang keuangan keluarga (mulai dari investasi, dana pendidikan anak, pensiun dan banyak lagi yang lainnya..a.a.a.a.a *pose ala pangeran bergitar)
  • Mengatur dana operasional supaya cukup (misalnya kerja bawa bekel)
  • Belajar cari uang tambahan
  • Terakhir tapi yang terpenting jangan lupa berdoa di setiap langkah kita kepada Sang Maha Pemilik Segalanya:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah mengabarkan kepada kami Abu Mu'awiyah telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin 'Urwah dari Ayahnya dari Aisyah radliallahu 'anha dia berkata; Nabi Shallallahu 'alahi wasallam sering mengucapkan do'a:

'ALLAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MIN FITNATIN NAAR WA 'ADZAABIN NAARI WA FITNATIL QABRI WA 'ADZAABIL QABRI WASYARRI FITNATIL GHANIY WASYARRI FITNATIL FAQRI, ALLAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAL, ALLAHUMMAGHSIL QALBII BIMAAIS SALJI WAL BARADI WANAQQI QALBII MINAL KHATHAAYAYA KAMAA NAQQAITATS TSAUBUL ABYADL MINAD DANAS WABAA'ID BAINI WABAINAL KHATHAAYAYA KAMAA BAA'ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI, ALLAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MINAL KASALI WAL MA`TSAMI WAL MAGHRAMI." 
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka serta siksa neraka, dan dari fitnah kubur dan siksa kubur dan dari buruknya fitnah kekayaan dan dari buruknya fitnah kefakiran. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan fitnah Al Masih Ad Dajjal. Ya Allah, bersihkanlah hatiku dengan air salju dan air embun, sucikanlah hatiku dari kotoran-kotoran sebagaimana Engkau menyucikan baju yang putih dari kotoran. Dan jauhkanlah antara diriku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, kesalahan dan terlilit hutang)."
[sahih Bukhari No.5900]

Kalau ada yang punya tips tambahan atau ada artikel keuangan favorit, sharing dong ^,^

3 comments

  1. buat liburannya mana?? hehehe penting lho refreshing otak, palagi kerja di ibukota itu kejam buat otak dan badan.. :)

    ReplyDelete
  2. @Mbak Heni: Makasih ya...
    @Mba Riski: Iya ya, perlu itu. Kira-kira dimasukkin ke pos mana ya mba riski?

    ReplyDelete