Review Buku Pudarnya Pesona Cleopatra


Judul Buku      : Pudarnya Pesona Cleopatra
Nama Penulis  : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit          : Republika
Tahun Cetak   : Cetakan II, Februari 2006
Tebal Buku     : 111
ISBN             : 979-3604-00-x
Harga Buku    : Rp 25.000,-

Siapa yang tidak kenal Habiburrahman El Shirazy? Penulis yang dipanggil Kang Abik ini terkenal lewat buku yang dibuat film fenomenal 'Ayat-Ayat Cinta'. Buku ini diterbitkan sudah lama yakni tahun 2005, didalamnya  menceritakan 2 kisah novel romantis di dalamnya.
Cinta tidak menyadari kedalamannya, sampai ada saat perpisahan
Sajak dari Kahlil Gibran ini, sangat cocok untuk dipakai dalam menjelaskan cerita novel pertama. Kisah tentang seorang suami yang tergila-gila akan kecantikan wanita Mesir. Saking terpesona dengan kecantikan wanita Mesir sampai bilang kalau ada delapan belas gadis Mesir maka yang cantik itu enam belas, Sebab bayangannya ikut cantik. Laki-laki tersebut akhirnya beristrikan Raihana, seorang wanita Jawa yang manis, hafidzah dan sangat setia namun dia tetap tidak dapat mencintainya walaupun istrinya tengah hamil malah merasa lega ketika istrinya pergi ke rumah orangtuanya supaya ada yang lebih menjaga kandungannya.

Syukurlah si suami yang tidak pernah bersyukur ini mendapat kisah tentang kesulitan kalau menikah dengan wanita Mesir karena perbedaan budaya, dan beruntungnya dia karena mendapatkan istri yang pemahamannya baik, tidak neko-neko. Namun ketika sang suami menyadari kesalahannya, semua sudah terlambat.

Lanjut ke kisah kedua, tentang Niyala yang harus dijodohkan karena hutang. Lelaki yang dijodohkan adalah seorang laki-laki yang ia kenal brengsek, yang nyaris membuat ia kehilangan kesucian. Sejak saat itu, hidup Niyala tanpa diwarnai semangat. Tiba-tiba ibunya membawa kabar gembira tentang kepulangan Faiq yang sudah dianggap Niyala sebagai kakak sendiri pulang dari Mesir. Kabar gembira apakah yang dibawa Faiq yang mampu menyelamatkannya dari perjodohan itu? 

Kelebihan buku ini karena penuh dengan hikmah, di cover bukunya juga tertulis novel psikologi islami pembangun jiwa. Pada cerita pertama, penulis ingin berpesan bahwa kecantikan tidaklah segalanya. Bahwa terkadang kecantikan bisa menyebabkan kesengsaraan kalau kita tidak dapat mengaturnya. Kelebihan lainnya karena endingnya yang diluar harapan, walaupun agak sedikit bisa ditebak

Buat yang suka cerita romantis, buku ini layak dibaca.

2 comments

  1. wah...gak nyangka Kang ABIK bisa membuat novel seperti ini :D

    ReplyDelete
  2. iya, apalagi kisah yang pertamanya. Sedih banget :'(
    Makasih ya mbak fenny sudah mampir ^.^

    ReplyDelete