Ngobrol Uang Live Olive: Mencegah Bokek Setelah Hari Raya

Awalnya, saya mendapat undangan email dari situs perencana keuangan, live olive (karena sudah subscribe newsletter) yang akan mengadakan talkshow tentang mencegah bokek di hari raya. Wah temanya penting bingit nih, jangan sampai karena kita merasa kaya mendadak karena THR, namun setelahnya harus terseok-seok menunggu tanggal gajian kembali. Tidak pakai lama, saya langsung reservasi ke mbak Citra, dan yeayy nama saya terdaftar sebagai peserta. Ternyata talkshownya hanya untuk 10 orang, wah beruntungnya diriku. Dengan peserta yang terbatas, menurut panitia diharapkan dapat lebih signifikan hasilnya dan ketika acara ngobrolnya diharapkan jadi lebih mudah terbuka tentang masalah keuangan yang ada, dibandingkan dengan forum besar.
Lihat di note fbnya, saya lihat masih ada 3 seat kosong, saya langsung wasap teman saya untuk ikutan karena kerjanya pun masih di sekitar kuningan, jawabnya singkat 'sayang kalau Ramadan gini, ikut seminar-seminaran'. Huft, awalnya sebel membacanya, kalau memang tidak mau ya tidak usah begitu. Saya kok nangkepnya (maklum orang sensitif) rasa-rasanya seminar itu perbuatan dosa, kegiatan tidak berguna yang akan membuang-buang waktu di kala Ramadan. Bukankah itu juga termasuk dalam kegiatan Tholabul ilmi (mencari ilmu). Dapat ilmu, financial check up gratis, takjil gratis, makan malam gratis, ketemu kawan baru (memperpanjag silaturahim), infonya dapat disharing di blog, kalau berguna untuk orang lain (dan saya tentunya) Insya Allah dapat pahala kan? Dan, kalau kita dapat mengatur keuangan dan menahan diri untuk tidak hura-hura, Insya Allah sebagian uang THR dapat disalurkan untuk membantu saudara kita di Gaza. Coba menghibur diri mungkin keperluan orang memang berbeda-beda, misalnya nih ketika ada diskon popok sebesar 70%, maka saya yang punya bayi akan langsung pesan namun belum tentu orang lain pesan karena memang belum memerlukan. Buat saya yang emak-emak, menteri keuangan dari keluarga Indriyanto sangat memerlukan ilmu ini, mungkin orang lain belum memerlukan.

Setelah pulang kerja jam setengah 4, saya naik motor ke tempat acara. Wuih macetnya, dari Pramuka ke Kokas butuh waktu 1 jam. Berbekal tidak malu bertanya sesat di jalan, jadi tidak nyasar. Sampai disana, sudah ada satu peserta yang sudah hadir. Setelah registrasi, saya langsung diminta memilih menu untuk buka puasa dan dikasih nametag agar lebih gampang saling mengenal. Panitianya super duper ramah, Alhamduillah saya masih sempat financial check up. Waktu mba Melan, peserta yang pertama saya nguping-nguping hasilnya bagus. Saya jadi nggak pede konsultasi, tapi ingin dapat solusi dan advice dari pakarnya. Nah hasilnya, buat yang masih kebelenger macam saya, sebelum berinvestasi kita harus memenuhi dana darurat dulu sebanyak 6 kali pengeluaran. Yang mau hitung-hitung kesehatan financial sendiri, situs live olive juga menyediakan tool gratisnya ^.^

Acara dimulai pukul 5, diawali dengan menonton film yang menjelaskan tentang apa itu situs live olive. Live Olive memunyai misi menjelaskan tentang uang dan membuat bahas keuangan jadi mudah dimengerti, semuanya (artikel, tool) gratis. Videonya juga dapat dilihat di youtube myliveolive. Acara diisi oleh founder Live Olive Ibu Jocelyn, ibu cantik yang berasal dari 'cause there's something in the way you look at me..It's as if my heart knows you're the missing piece, yup Negara yang sama dengan mantan saya penyanyi Christian Bautista yakni Philipina.

Ibu Jocelyn bercerita gaji pertamanya dulu sebesar $100 (sekitar 5 juta). Gaji pertama adalah kebebasan, tidak usah ijin orangtua lagi untuk belanja, bebas membeli barang yang kita suka dan berjanji untuk nabung bulan depan (pernah dengar janji seperti ini? :p). Bulan ini, tidak hanya orang terdekat yang kita traktir, teman-teman juga. Bulan depan, teman-teman mengajak ke pantai dan bertekad bulan depan aja nabungnya. Begitu terus hingga berkesimpulan gaji beliau yang terlalu kecil untuk bisa ditabung. Setelah beberapa tahun, beliau mendapat promosi dan mendapatkan kenaikan gaji menjadi $150 tapi ternyata masih tidak cukup untuk menabung. Sampai bertemu teman yang baru bekerja 3 tahun dengan gaji yang lebih kecil dari beliau (sedangkan beliau sudah 8 tahun bekerja), namun temannya sudah mempunyai tabungan gaji beberapa bulan dan berniat membeli property kecil di  pinggir kota dan tampaknya masih dapat menikmati dirinya sendiri. Ada 2 kesimpulan dari cerita ini:
  • Tidak ada waktu yang tepat untuk menabung, karena selalu ada alasan
  • Tidak peduli berapapun penghasilan, tapi yang terpenting berapa banyak uang yang dapat kita tabung dari penghasilan

Nah, bagaimana nih kita mengatur THR kita supaya tidak bokek setelah hari raya:


  • Menabung minimal 20% dari gaji tiap bulan. Biarkan tabungan mengendap supaya mendapatkan bunga/bagi hasil
  • Untuk THR sisihkan 50% dan langsung ditransfer ke account rekening lain, jangan mengendap
  • Jangan tergoda dengan sale, belilah barang yang dibutuhkan bukan kita inginkan. Jadi ketika ingin membeli barang sale, tanyakan dulu dalam hati 'apakah kalau tidak sale akan tetap kita beli?' Kalau tidak dalam sale, tetap kita beli maka baru boleh dibeli. Prinsip sale: beli barang yang anad ingin beli make sure yo buy thing you need
  • Jangan karena melihat sale, jadi kebablasan lupa padahal masih punya tanggungan misalnya membayar THR pekerja di rumah


Buatlah daftar, semakin rinci dan detail daftar/catatan yang kita buat maka makin baik karena untuk menghindarkan pembelian yang tidak perlu. Contoh daftarnya:
  • Baju baru
  • Makan
  • Biaya buka bersama (catatan ada berapa buka bersama tiap minggu)
  • Biaya perjalanan

  • Kalau ada pembelian 1 item dalam jumlah besar, banding harga dengan toko lain
  • Perhitungkan harga yang ditoko, ada yang tidak menyertakan PPN
  • Tinggalkan kartu kredit di rumah, pakailah uang tunai
  • Jika kemungkinan anak minta mainan dan barang macam-macam, maka jangan dibawa atau dititipkan di tempat permainan anak

Diambil dari sini
Selanjutnya, ngobrol dilanjutkan dengan sesi pertanyaan. Banyak peserta sharing disini, saya juga tidak mau kalah dong. Saya bertanya bagaimana kalau banyak tetangga yang memberikan bingkisan (misalnya biscuit, sirup), apakah harus kita balas semuanya yang berarti kan diluar dari budget yang semestinya? Jawabannya tidak usah value to value, kalau dikasih yang besar ya jangan memaksakan untuk yang besar juga (tidak perlu pay back), bisa juga berikan buah atau ide kreatif dari Ibu Jocelyn tukar saja pemberian A untuk kita kasih ke tetangga B dengan repacking hihihi.
Ada juga yang sharing tentang tips belanja, dan bertanya tentang investasi dan reksadana. Untuk biaya masuk SD, sebaiknya tidak di reksadana tapi di tabungan biasa. Investasi saham/reksadana untuk keperluan jangka panjang misalnya kuliah. Sebaiknya kita tidak berinvestasi dulu kalau belum punya dana darurat karena jika kita melakukannya dobel, ketika kita butuh dan tidak ada dana darurat, maka dana investasi yang terpakai, dan biasanya investasi itu mempunyai pinalti apabila diambil tidak jatuh tempo yang akhirnya malah rugi.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan buka bersama dan sholat, di akhir para peserta diberikan goody bag yang kece dan saya jadi tweet terbaik bersama mbak Anna. Dan ditutup dengan foto bersama cheeseee. Ngabuburit yang paling berkesan di bulan Ramadan ini. Sayang rasanya singkat banget, masih belum puas rasanya hehe. Tapi tidak usah bersedih hati, buat yang mau konsultasi, live olive dapat dihubungi di situsnya, email, fb, twitter, instagram, google +, youtube (video-videonya) dan feel free to ask them ^.^


Pas mau pulang, banyak bazar pakaian di Kokas, ya ampun godaan berat nih apalagi saya belum punya baju baru hihi. Tapi untung tadi sudah disadarkan oleh live olive, yup jangan sampai bokek setelah lebaran  *pasang kacamata kuda

2 comments

  1. Info yang sangat bermanfaat, mak. Terutama bagi saya yang sulit menabung karena pas-pasan. :)

    ReplyDelete
  2. thanks ya bu infonya. Lam kenal dari sang pemula

    ReplyDelete