Catatan Hati Seorang Istri


Penulis: Asma Nadia
Cetakan: Ketujuh, Februari 2008
Penerbit: PT. Lingkar Pena Kreativa Depok
Tebal: 211
ISBN: 979-1367-01-1
Harga: Rp 55.000,-

Telah kutinggalkan cemburu
Disudut kamar gelap
Telah kuhanyutkan duka
Pada sungai kecil yang mengalir dari mataku
Telah kukabarkan lewat angina gerimis
Tentang segala catatan hati
Yang terhampar di tiap jengkal sajadah
Dalam tahajud dan sujud panjangku

Mumpung lagi hot karena ada serial sinetronnya, saya mau review buku tentang Catatan Hati Seorang Istri. Cuma lihat sekilas sinetronnya, berasa agak lebay kaya sinetron (lah emang iya..) jadi ga jadi nonton deh. Buat yang penasaran bukunya seperti apa sih?

Buku yang saya punya adalah cetakan ketujuh, tidak tahu sekarang sudah cetakan keberapa. CHSI adalah buku dari Mba Asma Nadia yang dikenal sebagai penulis best seller. Buku ini menceritakan tentang kisah-kisah istri yang mendapatkan ujian dalam rumah tangganya. Kekecewaan, kemarahan, kesedihan bahkan keputusaan. Harapan dibuat dibuku ini adalah para pembaca siap ketika mendapat ujian serupa (mudah-mudahan nggak) atau buat pengalaman kita bahwa ternyata ada lho perempuan yang mengalaminya.
Dibagi dalam 3 tema besar: Catatan Hati Seorang Istri, Saat Cinta Berpaling Darimu dan Momen Kecil yang meninggalkan Jejak dan ada 25 kisah didalamnya

Dimulai dengan cerita tentang bahasan yang bikin heboh istri-istri dan wanita apalagi kalau bukan poligami. Ketika ada niat ingin menikah lagi namun batal karena ada seorang temannya yang berkata: “Jika saya menikah lagi: Pertama, kebahagiaan dengan istri kedua belum tentu..karena tidak ada jaminan untuk itu. Apa yang diluar kelihatan bagus, dalamnya belum tentu, Hubungan sebelum pernikahan yang sepertinya indah, belum tentu akan terealisasi indah. Dan sudah banyak kejadian itu. Kedua. Sementara luka hati istri pertama sudah pasti, dan itu akan abadi. Sekarang bagaimana saya melakaukan sebuah tindakan untuk keuntungan yang tidak pasti dnegan mengambil resiko yang kerusakan pasti dan permanen? 
Hayo,, masih berani poligami? #gulunglenganbaju

“Sosok cantik itu tetap santun dan tak banyak bicara. Meladeni suami dan anak-anak seperti hari sebelumnya.” adalah sebuah kisah istri yang luar biasa sabar menghadapi suami yang selingkuh. Mulai emosi belum? :p
"Betapa kagetnya saya..karena perempuan itu sama sekali tidak cantik" tentang kisah suami yang awalnya tidak mau melihat foto saat dijodohkan dan kaget melihat istrinya tidak cantik. Hmmm..
Diepisode kedua penulis menceritakan kisah-kisah saat cinta berpaling. Tentang perselingkuhan yang tidak diduga, tentang suami yang jatuh cinta dengan baby sitter (saran jangan pilih yang cantik ah), ada juga kisah tentang..
Aku yang lebih banyak menafkahi keluarga. Di satu pihak, aku menyadari bahwa rumah tanggaku mulai timpang. Ada ketidakpuasan pada diriku dengan posisiku dalam rumah tangga. Ada yang salah. Aku iri melihat para istri yang berderet di depan ATM pada hari gajian suami-suami mereka. Aku iri melihat para ibu dengan tenang melepas suami pergi bekerja. Aku iri melihar para ibu sibuk menyiapkan panganan sore hari bersantai di depan rumah sembari memandangi dan sesekali menertawai kelucuan perilaku anak-anak mereka yang bermain di halaman, Sungguh gambaran yang jauh dari rumah tanggaku.  
Setelah kita dibuat ternganga di episode pertama dan kedua di episode terakhir terakhir diceritakan tentang hal-hal sederhana yang dirindukan
"Dalam keadaan cacat fisik dan kekurangan materi, apakah yang menjadi sumber kebahagiaan keduanya?" Sepasang suami istri pengemis tua yang buta membuka mata tentang cinta yang indah. Cinta yang tidak dimiliki seseorang, bahkan orang yang dilimpahi keberkahan materi sekalipun. Memang seperti apa sih kisahnya? Yang penasaran, langsung aja diintip ceritanya

Buku ini reccomended banget deh dibaca para istri dan calon istri ^.^

No comments