Finchickup: Financial Check up for Ladies


Judul: Finchickup: Financial Check up for Ladies (Invest but still shopping and spa? No Worries, Ladies)
Penulis: Farah Dini Novita
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Cetakan: Pertama, Mei 2014
Halaman: 234 halaman
ISBN: 978-602-1246-03-0


 Punya hobi jalan-jalan? Nggak boleh absen nonton di bioskop tiap weekend? Selalu kalap kalau lagi ada midnight sale? Rutin ke salon buat jaga penampilan? Suka nongkrong di kafe buat ketemuan sama teman-teman se-gank? 

Toss! Kita punya kebiasaan yang sama berarti. Hal-hal yang menyenangkan memang susah banget buat direm. Cari uang, kan sudah susah, masa mau keluar uang juga masih susah. Hahaha...

Tapi memang males banget, ya, kalau dengar nasihat teman atau ortu yang nyuruh kita berhemat. Buat investasi masa depan, katanya. Masuk akal, sih. Kita nggak mau juga, kan, kerja bertahun-tahun, tapi ternyata digit di tabungan nggak juga bertambah?

So, gimana ya caranya supaya tetap bisa senang-senang, tapi aset yang ada terus bertambah? Tenang...buku ini solusinya

Itu blurp dari buku yang keren ini. Buku ini terdiri dari 10 bab pembedahan yang komplit banget, mulai dari bedah mindset, pengeluaran, utang, asuransi, tujuan keuangan, tabungan dan investasi, cashflow & networth, kendala perencanaan keuangan, alternatif penghasilan, dan terakhir action plan. Dimulai dari pengalaman penulis tentang kejadian yang menyebabkan perubahan sikapnya dari yang boros hingga akhirnya 'ngeh' tentang keuangan dan mulailah menyebar virus kebaikan ke orang sekitarnya tentang perencanaan keuangan.

Kalau ngomongin rejeki, pasti banyak pemikiran-pemikiran di sekitar kita. Ada yang ngomong rejeki sudah ada yang ngatur; orang tua dulu juga nggak pakai perencanaan keuangan tetap bisa sekolahin anak-anak; makan aja susah boro-boro investasi. Kalau menurut saya sih dan sepaham dengan penulisnya kalau Allah memang sudah menentukan semua rejeki kita, tapi kan tugas kita sebagai manusia yang mengatur dan mengelola rejeki yang Allah berikan. Misalnya, sama-sama Allah kasih rejeki 5 juta perbulan, ada yang bisa nabung, ada yang bisa nabung dan sedekah, ada yang malah terasa menguap begitu aja. Inputnya sama, tapi outputnya berbeda kan?

Menurut saya, buku ini paling keren diantara beberapa buku perencanaan keuangan yang pernah saya baca. Kenapa keren? karena walaupun judulnya tentang investasi untuk perempuan, tapi semua dibahas komplit dibuku ini. Bagaimana kita mau investasi kalau keuangan kita belum cukup sehat kan. Setelah bedah mindset, kita diminta untuk tetapkan tujuan keuangan. Cocok banget buat yang suka nggak berpikiran panjang (semacam saya) kalau sudah kesengsem sama suatu barang, nah dengan adanya tujuan keuangan kita jadi berpikir kedua kali untuk membeli barang-barang, penting nggak sih? sebenarnya kalau dibeli apa makin mempermudah kita mencapai tujuan keuangan kita.

Yang unik lagi yang dibahas di buku ini yakni bocor bocor, yakni pengeluaran yang kita anggap kecil atau recehan tapi kalau dikumpulkan lumayan banyak juga. Cari bocor halus kita dimana dan minimalkan bocor-bocor itu (apa perlu beli cat yang anti bocor yak hehe). Ada juga istilah rekening centil, rekening list pengeluaran cewek yang sudah kita jatah, jadi kalau jatah bulan ini sudah habis yah harus nunggu bulan depan.

Tentang utang dan asuransi juga dibahas dengan 'dalem' disini. Saya yang baca jadi suka ngomong sendiri 'wow', 'oh', 'ya ampun' hehe. Penasaran kan apa aja yang dibahas? Makanya cepetan baca buku ini. Yang super menarik buat saya adalah contoh kasus bedah keuangan keluarga, menariknya karena kita bisa menerapkan seperti apa sih kesehatan keluarga kita saat ini. Ada rasio-rasio yang dapat kita jadikan pedoman apakah keuangan keluarga kita sudah seberapa sehat, misalnya rasio antar aset lancar (tabugnan dan deposito) dengan kekayaan bersih (aset-utang) itu harusnya antara 15%-20% artinya jangan sampai kita hutang sana sini karena tabungan kita nggak likuid. Selain rasio diatas, ada juga rasio solvency ratio, debt to asset ratio, debt service ratio dan net investment asset to net worth ratio dan kesimpulannya dapat menggambarkan apa saja sih yang harus diperbaiki dalam keuangan keluarga kita.

Setelah keuangan kita sehat, maka jangan disimpen aja di tabungan pergilah untuk investasi yang dibahas beberapa alternatifnya disini. Menurut saya, nggak bosen deh kita bacanya karena tidak 'diceramahi' teori-teori yang njelimet, banyak dibahas tentang contoh kasus dan pengalaman dari klien penulis. Dari sisi tampilan, lucu berwarna merah dan ada catatan-catatan jadi makin tidak bosan dengan layoutnya. kekurangannya lem bukunya kurang bagus jadi kertasnya ada beberapa halaman yang copot.

Yeay..dapat ttd dan pesan cinta dari Mbak Dini langsung ^.^

No comments