Seminar Wasap Kikau Talk

Berawal infonya dari Heni (makasih ya) kalau akan diadakan 'seminar' via Whatsapp, pesertanya dibatasi 50 orang. Saya pun langsung daftar dan memforward ke teman-teman kantor karena temanya ngena banget yakni soal "Perencanaan Keuangan Keluarga". Esoknya, kita semua dimasukkan dalam grup DiscussRoom PenTing+ dan sesi diskusi dimulai dari pukul 19.00 - 21.00. Dan karena temanya menarik banget jadi menurut moderator ada hampir 100 orang yang mendaftar). Yeaay, dan saya termasuk yang beruntung dapat ilmunya. Alhamdulillah ^.^

Saya juga langsung tertarik daftar karena pembicaranya OK punya, dulu saya dan Mba Kikau sama-sama satu organisasi mahasiswa di UI yakni BEM UI. Keren bingit deh Mba Kikau. Untuk yang belum kenal Mba Kikau nama aslinya adalah Kaukabus Syarqiah, perencana keuangan independen yang membuat Fin Planner sendiri namanya Kaukabus Fin Planning, silahkan buka di facebooknya dan youtubenya. Beliau 4,5 tahun mengajar di FE UI dan 4,5 tahun sebagai planner di QM Financial

Penjelasan Mba Kikau tentang Perencanaan Keuangan Keluarga (diambil dari diskusi grup):

Perencanaan keuangan adalah hal yang sebenarnya biasa kita lakukan misal: punya cita-cita pergi haji, pengen punya rumah dll. Kita punya niat. Kita nabung. Dan kita beli. Perencanaan keuangan akhirnya memperjelas semua niat-niat kita tersebut. Dan kenapa jadi semakin perlu? karena kita terkesposure dengan INFLASI.  Kaitannya dengan keluarga baru. Prinsip dasarnya adalah RIDHO. Ini menjadi dasar atas pembagian peran antar suami istri. KERIDHOAN. Karena pada dasarnya stiap keluarga mempunyai mekanisme yang berbeda-beda dalam hal keuangan. Namun ada pakem-pakem yang harus dipahami.
  1. Suami haruslah menafkahi istri, kecuali ada term condition apply
  2. Aset dan utang pasangan suami istri, haruslah saling tahu satu sama lain karena berkaitan dengan: tujuan keuangan keluarga, zakat dan waris

Ada perbedaan yang sangat besar antara yang belum menikah dan sudah menikah. Antara belum punya anak dan sudah punya anak. Dari sisi financial, maka menikah dengan keluarga besar pasangan kita. Which is sedikit banyak ini akan mempengaruhi cashflow. Menikah artinya  berkumpulnya 2 orang yangggg cara memandang uangnya bisa sangat berbeda. Which is terkadang menimbulkan percekcokan dan secara finansial menyatukan bukan hanya 2 needs tapi 2 wants. Wants inilah yang mempengaruhi cashflow.

Memiliki anak adalah sebuah anugrah. Maka perbesarlah kapasitas diri (dan keuangan) dan secara finansial, memiliki anak berarti memiliki amanah yang membutuhkan DANA. Bandingkan hidup anda dan anak anda kelak, kita mungkin dulu berkompetisi dengan sesama orang Indonesia saja lalu ketika anak kita dewasa? Bayangkan kompetisinya.

Dannn ini butuh dana! Bukan hanya memberik anak kita pengetahuan agama saja, tapi kita wajib membekalinya dengan life skill. Jangan berkata banyak anak banyak rejeki kalau kita tidak mencarinya. Jangan berkata, lihat nanti saja karena hidup yang let if flow akan seperti berada dalam sebuah pertarungan tanpa perbekalan. Soal rejeki, itu kuasa Allah. Tapi manusia WAJIB mengusahakannya. Yang punya planning aja kadang gagal. Apalagi yang ga punya :p

PERTANYAAN:
Kalau untuk pasangan muda, persiapan (perencanaan) apa aja yang harus diperhatikan? Kalau mau investasi baiknya dalam bentuk apa selain properti?

JAWABAN:
Pasangan muda pertama kali kudu ngobrol. Ini sudah belum? Ngobrol soal utang, aset, amanah keuangan lain (misal masih harus bantu adik dan ortu). Inget kita ketemu pasangan ketemu gede. Dimana perilkau sudah terbentuk, jadi samakan pola dulu. Berikutnya cata pola tersebut. Misal: berapa sih pengeluaran kalian berdua tiap bulan. Ketiga, catat mimpi-mimpi jangka pendek, menengah dan panjang. Soal invetsasi: ntar dulu..masih jalan kaki.

Soal investasi, selain properti. Banyakkk banget selain properti. Dan prop itu masuk kategori aset aktif. Bukan investasi untuk mencapai tujuan finansial. Kita punya properti adalah agar properti kerja keras menghasilkan duit dan menutupi pengeluaran-pengeluaran kita, bukan punya properti untuk mencapai dana sd misalnya. Selalu ingat ini: Instrumen keuangan haruslah yang "melayani" kita bukan sebaliknya. Maka selalu balik, tujuannya apa? Karena instrumen beragam bingits. Tujuannya dulu baru pilih instrumen.


PERTANYAAN:
Bagaimana idealnya? Suami punya gaji, istri punya gaji. Yang disebut uang keluarga itu apakah 100% gaji suami + 100% gaji istri atau sekian % gaji suami senilai X + Sekian % gaji istri senilai x, lalu sisanya milik masing-masing atau ada rumusan lain?

JAWABAN:
Balik lagi ke prinsip dasar soal RIDHO. pengertian uang keluarga secara umum pastinya uang suami dan uang istri. Tapii, mekanismenya tiap orang kan beda ya. Ada yang istrinya full 100% buat istri saja,  apalagi kalo gaji istrinya imut-imut dibandingkan gaji suaminya. Ada yang istri 50% buat keluarga, 50% buat pribadi dsb dsb.

Maka rumusan menjadi hak teman-teman semua. Yang penting satu sama lain ridho. Klien saya banyak yang gaji istrinya full keep buat istrinya. Ada juga yang justruuuu 100% istri dan suami 0% karena suaminya baru bisnis. Ini sah sah saja. Selama masing-masing RIDHO, bukan karena suami males nafkahin. Idealnya ya 100% suami + 100% istri. Saya pribadi penganut 100% suami dan 100% istri. Pembagian di keluarga kecil saya: Suami bagian kebutuhan primer (makan, pendidikan, investasi, belanja bulanan, listrik dll), saya sekunder (wikenan, additional belanja bulanan, invest additional dll)


PERTANYAAN:
    • Kalau misalnya ada dana idle untuk 5 bulan kedepan. Baiknya diinvest untuk apa?
    • "Suami harus menafkahi istri kecuali ada term condition apply", term condition apply yang seperti apa maksudnya disini?
    • Dahulukan mana suami membayar hutang ke orangtuanya atau memberi uang ke istri dan kondisi suami istri bekerja?
    • Kalau keluarga dengan kondisi suami bekerja pengaturan keuangannya bagaimana?
      JAWABAN:
      • Dear, kalau 5 bulan ke depan mah opsinya cuma 2: tabungan atau deposito. Itu jangka sangat amat pendeeeeek euy. 
      • Ini kasuistik: Sifat menafkahi istri itu wajib, membayar utang itu wajib. Maka: kalau istrinya RIDHO dan memang ada dana untuk nafkahin keluarga, silakan aja ke ortu dulu. Tapi kan kalau bisa nego ke ortu soal tenggat waktu itu lebih baik. Misal: bayar bulanan dan nggak gede-gede amat. Jadi, sama adil untuk keduanya. Istri dinafkahi, bayar uang lancar
      • Suami bekerja dan istri nggak kerja? Idem wae sama yang 2 2nya bekerja. Pakem angka biasanya begini: Menabung/investasi minimal 10% dari total pendapatan; Kalau masih nebeng sama ortu bisa 20-30% menabung/investasi. Cicilan bulanan maksimal 35% total pendapatan bulanan

      PERTANYAAN:
      Apakah ada bedanya antara keluarga yang berasal dari kalangan atas, menengah, bawah. Gimana perencanaan keuangan keluarga di masing-masing kalangan? Bagaimana karakteristik keuangan keluarga menengah?

      JAWABAN
      Bedanya, biasanya gini: Kalangan bawah sulit bicara investasi, karena masalah cashflow jadi masalah utama. Kalangan menengah jaman sekarang sayangnya gaya hidupnya bak kalangan atas dan minus aset. Masalahnya di mengatur cashflow yang sayangnya banyak untuk keperluan senang-senang. Kalangan atas justru kebingungan karena banyak idle. Tapi dari kalangan manapun kita, ada 1 prinsip yang sunatullah: UANG ITU PASTI BISA HABIS. Mau tajir melintir kek kalau nggak jago megang duit, ya wassalam. Maka sering kita lihat kakek neneknya orang paling tajir di kampung, emak bapaknya mulai menurun ekonominya, di dia lebih anjlok lagi. Sering liat nggak? Saya sering. 


      PERTANYAAN:
      Terkait dana darurat dan asuransi:
      • Dana darurat dalam perencanaan keuangan harus dibangung 3-6 kali biaya kehidupannya perbulan. Nah, sebenarnya karena besarnya dana darurat ini apakah bisa digantikan dengan klaim asuransi? Atau memang harus ada dana darurat dalam perencanaan keuangan keluarga?
      • Saya pasangan muda, punya baby 5m. Sudah ada rumah, beberapa investasi di RD, emas (LM, dinar) dan juga punya dana darurat. Ketika punya anak, pengen banget punya mobil. Boleh nggak uang tabungan dan dana darurat tadi kita beliin mobil cash? Fyi, suami saya tipenya nggak suka beli sesuatu dengan kredit. Dilihat dari kebutuhan kami, kira-kira butuh berapa dana darurat yang disisakan di tabungan? Makasih.. Ohya disini yang kerja cuma suami saya
      JAWABAN:
      • Nope. Ora iso asuransi direplace sama dana darurat yang cuman 3-6 bulan. Bayangin, masuk RS aja bisa berapa biayanya gitu. Jadi kalau nggak mau pakai asuransi, aset lancarnya tabungan, deposito, emas dll harus banyak jumlahnya. Dana darurat dan Asuransi berbeda fungsinya, kalau kita mau ke Bogor DANA DARURAT adalah BOGOR alias tujuan keuangan kita. Asuransi adalah ban serep atas SEMUA TUJUAN FINANSIAL. Tapi ban serep kudu dibawa. Jadi kalau misalnya DD belum kekumpul banyak trus masuk rumah sakit, asuransi deh bermain. Tapi kalau bicara soal budget constrain: dahulukan DD
      • Mau beli pakai dana darurat? Boleh kok, silakan saja. Asal mobil jadi produktif, alias dipakai rutin dan menambah produktifitas hidup (misalnya jadi nggak capek, uang transport kurang dll) Tapi DDnya juga kuduuu langsung diganti alias nabung lagi buat DD dan btw, DD pun kalau nanti beli mobil ya harus disisain sedikit.

      PERTANYAAN:
      • Perlukah bikin asuransi untuk pendidikan anak?
      • Ketika punya anak baru satu. Tabungan pendidikan anak atau investasi yang lain atau bahkan kuliah lagi?
      JAWABAN:
      • Selalu seru bicara asuransi anak. Prinsipnya kalau asuransinya bisa nutup biaya sekolah mah mangga dah. Tapiii sampai hari ini kalau saya review produk, rata-rata ga nutup dana pendidikan. Jadi ga perlu asuransi pendidikan anak hehehe. Misal anak baru lahir, 2014 biaya S1 80 juta. Tau ngga, pas anak kta yang baru lahir itu S1 (17 tahun lagi) si 80 juta jadi 957 jutaaa. Inflasi pendidikan 2x lipat inflasi biasa. Sampe sekarang..belum pernah euy lihat asuransi pendidikan ngasi sampai 900 juta buat S1nya. Kalaupun ada..mahal pisan pastinya si Premi. Jadiii, mending langsung INVESTASI langsung tanpa lewat asuransi. Kalau takut "ada apa apa" asuransi juga. Pisah antara invest dan asuransi. Lebih murah
      • Kalau anak baru 1 dan ada dana IDLE, terserah untuk apa, tergantung prioritas masing-masing keluarga. Mau kuliah lagi boleeehh dll. 
      • Tabungan itu bagaimanapun perlu kok, man teman. Tabungan adalah instrumen untuk jangka pendek. Maka untuk keperluan pendidikan, kalau akan digunakan dalam waktu kurang dari 2 tahun, maka simpan saja dalam bentuk tabungan. Misal kalau sekarang anak kita umur 4 tahun, masuk SD kan 6 tahun. Nah, kalau SD swasta kan biasanya 6 bulan sebelumnya harus sudah bayar uang masuk, makaa kalau kasusnya begitu ya ke tabungan ajaaa atau deposito. Karena mau dipakai dalam 1,5-2 tahun lagi.  Kalau jangka panjang alias diatas 15 tahun, silakakan aja ke saham atau RDSAHAM.

      CLOSING STATEMENT:
      Nah wan kawan anak-anak muda penuh gairah ini. Mumpung masih muda, atur keuangan dengan baik. Buat perencanaan, dan mulai dengan: Tujuan saya apa ya? Betapa banyak orang kehilangan waktu, uang yang terhambur-hambur nggak jelas hanyaaa karena GW GA TAUUUU MAU NGAPAIIN. Begitu ada tujuan, dan kita atur uang masuk uang keluar dengan bijak, maka hidup jadi lebih teratur.

      Lalu jangan pernah lupa. Sertakan Allah dalam setiap tujuan keuangan kita. Doakan tujuan keuangan kita. Misal: bilang sama Allah mau pergi haji tahun 201X atau mau biar anak kita bisa sekolah S1 di Eropa misalnya, minta sama Allah. Kita buat rencana dan kita ikhtiarkan dengan menabung dan investasi sisanya biarkan Ia yang bekerja. Dannn buktikan sama Allah kalau kita pinter ngatur RizkiNya. Inget! Pendapatan itu rejekinya dari Allah. Kalau dikasih rizki dikit saja kita masih kedodoran ngaturnya, belum buktikan pada Allah kita mampu atur rizkiNya, gimana mau kasih kita rizki yang lebihhhh banyak lagi? Bisa-bisa kita malah kufur nikmat nantinya.



      Nah,, berguna banget kan sharing ilmu dari Mba Kikau dan aplikatif banget. Senangnya bisa ikutan (thx admin, momod dan peserta lain). Mba Kikau emang OK bingittt, seneng banget bagi-bagi ilmu perencana keuangannya dengan cara-cara yang kreatif dan banyak yang free euy. Moga berkah ya mbak ilmunya  ^.^ Cup cup


      No comments