Review Buku Inspirasi Paman Sam (Budi Waluyo)

Judul : Inspirasi Paman Sam: Kisah Anak Kampung Peraih Beasiswa Inggris dan Amerika
Penulis : Budi Waluyo
Penerbit  : Bestari (Anggota IKAPI)
ISBN  : 978-602-341-022-4
Cetakan : I, September 2015
Harga : Rp 65.000,-

Sekolah TOEFL merupakan awal pertemuan (secara online) saya dengan sosok hebat bernama Mas Budi Waluyo. Beliau  sedang menjalani perkuliahan Ph.D, bidang Comparative and International Education di Lehigh University, Amerika Serikat. Saya lebih tua sebulan dari Mas Budi, namun manfaat yang Mas Budi berikan untuk sekitarnya sudah dapat dimanfaatkan oleh banyak orang. Saya merasa malu -.-

Sebelum buku Inspirasi Paman Sam diterbitkan, Mas Budi sudah menerbitkan dua e-book gratis berjudul Smart Tweets for Scholarship Hunter dan Untukmu Para Scholarship Hunter. Buat yang belum membacanya, segera saja download di webnya. E-book pertama berisi tentang cuitan Mas Budi di twitter, yang paling berkesan untuk saya mengenai Connecting the Dots, Teori Kupu-Kupu. Apaa itu? Langsung aja download, kawan. GRATIS ^.^. E-book kedua dibahas tips mendapatkan beasiswa yang jarang kamu dapatkan di sumber lain.

Saat Mas Budi mengumumkan beliau menerbitkan buku, langsung saja saya  pesan online karena belum ada Toko Buku Gunung Agung di Padang. Setelah bukunya sampai dan saya baca, beneran nggak rugi untuk beli buku ini.

Menurut saya, buku ini terdiri dari  2 bagian. Pertama, Mas Budi menceritakan pengalaman indahnya saat berkuliah di Amerika. Misalnya dari cara Mas Budi tetap mempertahankan identitasnya sebagai seorang Muslim, indahnya kampus Lehigh University, serunya Latin festival dan tercapainya impian semasa kecil yaitu merayakan ulang tahun di New York City. Setiap kisahnya tersirat banyak hikmah yang dapat kita ambil. Saya sangat terkesan dengan apa yang dikatakan oleh Profesor Nelson, profesor asal Medan yang dinobatkan sebagai 1 dari 10 orang Indonesia yang berhasil memberikan dampak bagi Indonesia sebelum 45 tahun.  

"There is not easy exit, kamu harus gigih, tekun, mau bekerja keras dan mengesampingkan semua hal yang bisa mengalihkan perhatiamu dari tujuan dan target yang ingin dicapai. Jangan pikir aku bisa mendapatkan semua ini dengan mudah dan tanpa kerja keras." (Prof Nelson)

"Indahnya"
"Enaknya"
"Beruntungnya"
"Wah dia mah memang pintar"
Mungkin itu kata-kata yang terucap ketika kita melihat seseorang mendapatkan beasiswa keluar negeri. Namun,  terkadang kita menutup mata tentang apa yang mereka lakukan untuk mendapatkannya.

Memenangkan beasiswa bukan tentang seberapa genius kita atau banyaknya pengalaman,  tetapi lebih tentang seberapa bagus persiapan yang sudah dilakukan (Budi Waluyo)
Kalau kita baru setahunan ini mempersiapkan dan merasa kok belum juga membuahkan hasil ya, di buku ini diceritakan kalau Mas Budi sudah mempersiapkan S2 dari semester 1 kuliah!! Begitupun S3 dipersiapkan di tengah ketatnya studi S2. Jadi, jangan putus asa terlalu dini jika skor TOEFL atau IELTS kita belum sampai tujuan (ceramahin diri sendiri :p). Untuk yang masih bingung harus mulai darimana, kerjakan dulu PRnya dan mulai nyicil lima persyaratan beasiswa, mulai dari TOEFL, pengalaman kerja, organisasi, publikasi dan rencana penelitian masa depan. Apa saja PRnya? Langsung cek di bukunya, gan ^.^

Membaca buku ini ibarat sahabat perjuangan dalam meraih impian kita menjadi scholarship hunter. Kata-kata dalam buku ini ringan tapi 'dalam', saat membacanya saya seperti benar-benar sedang berhadapan langsung dengan seorang teman, sahabat sekaligus tentor yang sedang menceritakan kisahnya. Saya dapat sedikit merasakan ketika Mas Budi 'agak' kesal ketika dihadapkan pemburu beasiswa yang bertanya tanpa mempelajari dan berusaha terlebih dahulu. Atau saya tersenyum-senyum sendiri ketika Mas Budi berlagak kuat padahal perut kelaparan saat puasa di Amerika yang lamanya 16 jam hihi. Buku yang jujur..

Sedikit kritik dari buku ini adalah judulnya yang menurut saya kurang cocok. Karena biasanya ketika kita mencari buku referensi atau bacaan tentang beasiswa, maka judul buku ini menjadi kurang terdeteksi. Selain itu saran saya adalah juga mengenalkan sekilas tentang IELTS, bukan hanya TOEFL saja yang dibahas.

Finally, sukses terus untuk studi Mas Budi dan tetap berjuang untuk kami para Scholarship Hunter. Hamasah!!! ^.^

I will study and prepare, and someday my opportunity will come (Abaraham Lincoln)

No comments