Sukses Menyusui dengan Persiapan Dalam Hingga Luar

Masa menyusui merupakan salah satu masa yang paling berkesan dalam hidup saya. Mulai dari bingung, sakit, puas, takjub, bersyukur pokoknya rame rasanya. Tidak akan terlupa ketika sedang menyusui buah hati dan dia menatap wajah saya, luar biasa indah. Setiap ibu pasti mempunyai cerita uniknya masing-masing, mulai dari yang sangat gampang tanpa mengalami hambatan apapun ketika menyusui atau adapula sebaliknya yang tidak dapat sama sekali mengeluarkan air susu ibu (ASI) walau telah berupaya.
 
Saat ini Fatih sudah berusia 2 tahun 3 bulan dan tidak menyusu lagi. Menjadi seorang ibu membuat saya menjadi pribadi yang terus berusaha lebih baik lagi dan tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Sebagai ibu baru umumnya nol pengalaman terkait ASI, termasuk saya. Pada awalnya saya malah tidak terlalu ngeh tentang pentingnya ASI, malah saya berpikir ya sudah pakai susu formula aja, belum tentu ASI saya ada. Saya baru searching tentang ASI setelah melahirkan *geleng-geleng kepala. Baru beli breastpump setelah 2 minggu melahirkan, dan baru belajar manajemen ASI Perah (ASIP) selama cuti kerja. 

CERITA UNIK: ASIP TRAVELLER

Tapi ketertinggalan informasi ini harus saya kejar, saya coba rutin pumping tiga jam sekali supaya tetap terpenuhi kebutuhan Fatih. Pengalaman unik saya seputar menyusui ketika saya sedang dinas luar kota. Akhir minggu karena deadline, saya tidak bisa pulang. Jadi suami saya yang menjemput ASIP ke Sukabumi. Saya terharu mendapat dukungan seperti itu *peyuk2. 

Suamiku, sang Ayah ASI saat jemput ASIP

Pengalaman lainnya yang tidak terlupakan ketika Fatih masih ASI ekslusif dan saya harus diklat prajabatan CPNS selama sebulan dilanjutkan diklat matrikulasi selama dua minggu. Saya berusaha tetap disiplin pumping. Dikala teman-teman tidur saya berusaha pumping 3 jam sekali dan melakukan power pumping untuk memboost produksi ASI saya. Saat coffe break saya keluar paling cepat sambil nyomot pisang goreng paling gede hehe. Numpang pumping di ruang rapat panitia atau kalau ruangannya sedang dipakai saya pumping dibelakang kelas, duduk ndelosor dikelilingi meja karena harus memanfaatkan waktu coffe break yang hanya 15 menit. Malam-malam sehabis pumping, ke tempat penyimpanan kulkas dengan suasana seperti uka-uka >.<.

Contekan ibu menyusui. Yang lain Panca Prasetya KORPRI, saya jadwal pumping 
Sedihnya, saya tidak dapat memberikan ASI kepada Fatih hingga 2 tahun. Ketika Fatih berusia setahun sebulan, saya menjalani Long Distance Marriage (Insya Allah secepatnya bisa kumpul kembali). Karena beberapa pertimbangan, Fatih tidak tinggal bersama saya.

Padang-Jakarta, sebulan sekali saya membawa ASIP sebagai oleh-oleh. Banyak teman di kantor yang bertanya-tanya bagaimana bisa ASI dapat bertahan, lalu saya coba jelaskan dari apa yang sudah saya pelajari. Saya juga mengumpulkan peraturan-peraturan tentang ASIP dibolehkan dibawa di kabin pesawat, karena khawatir dilarang, tapi Alhamdulillah tidak ada masalah karena petugas bandara sudah memahami. Menginjak bulan kelima diperantauan, ASI saya kering karena mungkin saya  kurang telaten pumping dan akhirnya tidak keluar lagi hiks.

PERSIAPAN DARI DALAM

Breastfeeding mengajarkan saya untuk suksesnya menyusui perlunya persiapan dari dalam, yaitu
  1. Perkuat niat. Ini adalah hal pertama yang harus kita miliki. Niat karena Allah dan komitmen untuk memberikan yang terbaik untuk buah hati akan selalu membakar semangat dikala kita sedang malas atau hambatan melanda.
  2. Perkaya pengetahuan. Misalnya dengan banyak membaca buku tentang ASI dikala hamil, searching tentang ilmu perASIan, manajemen ASIP dll. Saat ini, informasi begitu mudahnya tersebar di dunia maya. Lah dulu saya kemana ajaah *toyor diri sendiri
  3. Ikut komunitas misalnya The UrbanMama. Sebagai calon ibu dan ibu baru, banyak hal yang membuat kita bingung harus bertanya kepada siapa yang umumnya tidak kita dapatkan dari membaca buku. Misalnya mencari referensi tentang Rumah Sakit pro ASI di kota kita, biaya persalinan, breastpump yang bagus dll. Saya merasakan sendiri bergabung dengan komunitas, saya mendapat suntikan motivasi dari sesama ibu, merasa didengarkan dan diberikan solusi
  4. Jika diperlukan, datangi atau undang konsultan laktasi ke rumah. Lingkungan adalah pendukung penting demi keberhasilan memberikan ASI. Misalnya di hari awal melahirkan, kita akan dilema apakah membiarkan bayi kita menangis terus sedangkan ASI kita belum keluar ataukah memberikan susu formula karena desakan orang tua. Seandainya orang terdekat kita sudah teredukasi, pasti malah mereka yang akan menenangkan kita kalau bayi dapat bertahan 3 hari tanpa minum dulu karena masih memiliki cadangan dan keluargalah yang akan memberi semangat bahwa Insya Allah kita bisa dan ASI kita akan cukup  

PERSIAPAN DARI LUAR

Jika 'dalam'nya sudah dipersiapkan, maka sekarang giliran mempersiapkan 'luar'nya:
  • Breastpump. Teknik terbaik tentu memerah menggunakan tangan. Tapi kalau kejadiannya seperti saya yang nggak belajar ya bantuan alat benar-benar menjadi andalan. Dari sekian banyak jenis, merk mana yang terbaik? Wah itu mah nggak ada jawaban pasti, karena cocok-cocokan dan disesuaikan dengan budget karena ada yang dijual mulai dari yang ratusan ribu sampai jutaan. Apapun pilihannya, sebaiknya hindari pompa asi yang berbentuk terompet karena berbahaya.
  • Apron menyusui. Fungsinya menutupi ketika kita sedang menyusui di depan umum. Motifnya buanyak mulai dari yang unyu-unyu, bunga-bunga sampai yang elegan jadi tergantung selera.
  • Kulkas. Harus dipikirkan juga, terlebih jika kita ibu bekerja karena ketahanan ASIP tergantung dari jenis kulkas. Misalnya ASIP hanya dapat bertahan selama dua minggu dalam freezer kulkas satu pintu. Nggak mau kan nanti stok kita terbuang karena sudah tidak layak minum. Saat ini juga ada yang menawarkan jasa sewa deep freezer kalau kita tidak mau membeli kulkas yang baru.
  • Botol/Plastik ASI. Perlu disiapkan untuk wadah penyimpanan ASI. Botol dan plastik punya kelemahan dan kelebihan masing-masing. Misalnya plastik lebih efisien tapi plastik BPA Free lebih mahal karena sekali pakai.
  • Cooler Bag + Ice Gel. Untuk ibu bekerja, peralatan ini akan menjadi teman setia yang selalu setia menemani kita pergi.
  • Baju ibu menyusui
Saya punya pengalaman tidak enak ketika salah memilih pakaian ketika masih masa menyusui. Saat itu saya mengikuti  psikotes, Fatih Insya Allah aman dengan stok ASIP di rumah. Hari itu, hari pertama saya pergi jauh dan agak lama keluar rumah setelah melahirkan. Setelah tes selesai, saya merasa panas dingin tapi bukan karena tesnya melainkan karena PD saya sakiiit. Ditempat itu tidak saya temukan nursing room dan saya salah kostum pula dengan memakai baju yang tidak berkancing depan. Kalaupun pumping di mushola malu rasanya karena walau memakai apron (apron saya yang hanya tertutup depannya saja) pasti agak tersingkap sisi-sisinya. Jadilah disepanjang perjalanan pulang saya meringis kesakitan hiks.

Tidak bisa dipungkiri setelah melahirkan, tubuh dan perut tidak akan langsung mengecil. Masih ingatkan foto fenomenal Kate Middleton ketika keluar dari rumah sakit, banyak yang terkejut karena perut Kate masih seperti hamil 4 bulan. Terjadi pro dan kontra misalnya banyak yang mempertanyakan kenapa tidak langsung kempes. Ternyata masih banyak yang berpikiran kalau setelah melahirkan perut bisa langsung singset seperti sebelum melahirkan.
Gambar diambil dari sini
Syukurnya saat ini banyak desainer yang mengerti akan kebutuhan wanita dengan menyediakan baju ibu menyusui (busui) friendly sekaligus menutup aurat. Selain itu modelnya pun stylish pula, jadi tidak monoton hanya kemeja kancing depan saja.

Silakan cek saja di Hijup.com dengan nursing wear collectionnya. Untuk yang mau tahu lebih jauh tentang fashion ibu menyusui dan seputar fashion hijab dapat membaca di Laiqa Maqazine.

Pilihannya baju ibu menyusuinya banyak dan keren mulai dari baju santai sampai outer. Kalau tidak mau rebet yang mana termasuk baju ibu menyusui tinggal pilih shop by categories dan klik breastfeeding. Mudah banget kan. Jadi bisa travelling dengan tetap nyaman menyusui. Misalnya beberapa contohnya nih:
  • Baju Casual: Setelah melahirkan, saat saya sedang periksa karang gigi. Dokter gigi mengajak ngobrol dan bertanya "lagi menyusui ya?". Lalu saya bertanya, "kok tau?" Lalu dokter gigi wanita itu menjawab "Soalnya restleting di bagian dadanya keliatan." Aduh rasanya gimana gitu ya. Saat itu saya memakai tipe yang bagian dadanya dapat dibuka melalui restleting dan tertutup pita sedikit -.-. Aduh nggak lagi-lagi deh..
Phoebe Top. Lucu ya, nggak keliatan baju menyusui
  • Baju Kerja: Hijup.com memiliki baju ibu menyusui yang cocok dipakai ke kantor dan nyaman digunakan dikala pumping. Plusnya lagi saking kerennya desain, saya yang sudah tidak menyusui nggak ragu untuk memakainya karena modelnya trendy. Jadi bisa tahan lama kan pemakaiannya, tidak terbatas saat menyusui saja.  ^.^
Ginger Shirt Breastfeeding, favorit saya nih. Moga bisa beli (sebelum sold out huaaa...)
Qiana Blouse Breastfeeding, simpel dan manis
Leek Breastfeeding, dikala agak santai ke kantor
  • Dress: Buat yang suka dengan baju model dress, ada nih yang manis
Tiana Dress Breasfeeding
  • Baju Semi Formal/Pesta: Sekarang bisa tampil cantik di pesta dan tetap nyaman dikala menyusui dong
Casey Mode Set, cantiknya...
Misty Top Breastfeeding, dengan motif minang ^.^
  • Outer: Mau tampil beda dari hari biasa, bisa dicoba memakai outer
Dilian Outer, dengan potongan drapery
  • Celana: Bosan dengan celana hamil yang sering ditemui di pasaran, bisa dicoba yang satu ini. Potongan celana dengan model pipa sehingga dapat digunakan ibu-ibu yang baru melahirkan karena dilengkapi karet pada bagian belakang.
Elvina Pants, casual oke semi formal keren
Memberi ASI memang tidak mudah, tapi patut kita perjuangkan. Sukses menyusui menurut saya adalah ketika kita menoleh kebelakang dan tidak ada lagi rasa penyesalan yang timbul karena kita telah melakukan yang terbaik. Outputnya biarlah Allah yang menentukan karena hanya Allah yang tahu mana yang terbaik untuk hambanya, betul tidak? ^.^. Yang saya yakini adalah kita adalah ibu yang terbaik untuk anak-anak kita dan keluarga kita dengan caranya masing-masing. Happy breastfeeding, mamah dan calon mamah pejuang ASI. Hamasah!!!


Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka Mother's Day Blog Competition yang diselenggarakan oleh Laiqa Maqazine, Hijup.com dan The Urban Mama 

14 comments

  1. wah perjuangannya seru nih...salut mak:)

    ReplyDelete
  2. Gak kebayang deh mesti pisah sama anak saat masih menyusui :(
    Tapi semua akhirnya berlalu juga ya mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak istiana, Insya Allah kumpul secepatnya

      Delete
  3. Semoga bisa berkumpul kembali yaa mba. Biar ga LDM :)

    ReplyDelete
  4. Wah, suka sama tulisannya, mbak. Komplit tapi ga ngebosenin. Good luck ya mbak. Semoga juara :)

    ReplyDelete
  5. Rssanya menyusui emg lengkap ya mba, campur aduk^^

    ReplyDelete