ETU x WARDAH on VAMFF 2016: Jejak Modest Wear ETU pada Industri Global

Pada pidato 'Lahirnya Pancasila', Presiden pertama Indonesia, Bapak Soekarno menjelaskan lima prinsip dasar negara Indonesia. Pada prinsip kedua yakni mengenai:

Internationalism cannot flourish if it is not rooted in the soil of nationalism. Nationalism cannot flower if it doesn't grow within the garden of internationalism
Saat ini, kita merasakan betul apa yang beliau katakan. Saat kita melihat orang Indonesia sukses di kancah internasional, maka kita pasti akan turut bangga akan prestasi yang ditorehkan. Misalnya ketika Rio Haryanto menjadi pembalap Formula satu; Joey Alexander sebagai nominator Grammy Award dan masih banyak lagi orang Indonesia yang sukses mengusung nama negara Indonesia di dunia Internasional.

Saya sendiri bercita-cita kedepannya ingin menjadi ahli manajemen risiko pada sektor publik. Langkah yang saya lakukan saat ini adalah belajar IELTS sebagai prasyarat bahasa untuk kuliah di luar negeri, banyak membaca jurnal terkait bidang tersebut, diskusi dengan teman dan senior, serta mulai belajar menulis terkait  manajemen risiko. Saya ingin menjadi orang yang berguna untuk Indonesia dan saya yakin setiap warga negara Indonesia memiliki caranya masing-masing untuk mengharumkan nama Indonesia.

Saya ingat ketika kelas enam sekolah dasar, pernah menonton film Jumanji. Ada adegan dimana Judy bertemu dengan Alan yang telah menyelamatkannya dalam permainan dadu tersebut. Polisi hendak menangkap Alan karena berperilaku aneh di jalan. Judy mengatakan Alan adalah pamannya yang berasal dari Indonesia. Saat itu saya senang karena nama Indonesia disebut, tapi saya bingung kenapa Alan yang tinggal di Indonesia digambarkan berpakaian compang-camping dengan rambut tidak terurus. 


Beberapa tahun lalu, saya seringkali melihat dari televisi bahwa banyak orang luar negeri tidak menyangka Indonesia tidak kalah maju dengan negara lainnya, misalnya ternyata Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia telah memiliki gedung yang tinggi. Nampaknya ada gap disini antara pandangan negara lain terkait Indonesia dengan kondisi yang sebenarnya ada di Indonesia.

Menurut saya, saat ini keadaan telah berubah. Nama Indonesia sudah dikenal di dunia internasional. Mulai dari banyak penemu sukses ternyata berasal dari Indonesia, akademisi, musisi dan lainnya. Pada dunia fashion, salah satu desainer yang telah masuk ke pasar global yakni Restu Anggraini. 


Restu Anggraini adalah pemenang dari ANZ Australia-Indonesia Young Designer Award. Pada tanggal 7 sampai 13 Maret 2016, Restu Anggraini berpartisipasi dalam Virgin Australian Melbourne Fashion Festival (VAMFF) untuk memperkenalkan ETU sebagai brand modest wear pertama yang akan melakukan fashion show di VAMFF. Pencapaian ini merupakan kesempatan besar bagi industri fashion tanah air untuk memasuki pasar global.

Sebelumnya, Restu Anggraini juga memperkenalkan koleksinya di Jakarta Fashion Week dan Mercedes-Benz Fashion Week Tokyo pada tahun 2015. 

Fashion merupakan salah satu seni yang menunjukkan simbol, prinsip, estetika dan kebudayaan khususnya ketika seseorang berpakaian untuk menunjukkan identitas dirinya. Melalui pakaian kita dapat menggambarkan karakter dari seseorang, kelas sosial bahkan keadaan di lingkungan sekitarnya, misalnya ketika melihat gambar seseorang dengan jaket berlapis-lapis, kita kemungkinan menyimpulkan bahwa dia tinggal di Eropa yang sedang mengalami musim dingin dan tengah bersalju.

Karena terdapat perbedaan kebutuhan dan karakteristik antar wilayah, hal tersebut merupakan tantangan bagi para pelaku fashion supaya produknya dapat diterima secara global. Selain hal tersebut, banyak faktor lainnya yang juga mempengaruhi kesuksesan dalam persaingan global. ETU dan Wardah sedang menapaki jalan kesuksesan tersebut dan membawa nama produk dalam negeri ke dalam pasar global.

VISION

Visi adalah pandangan atau wawasan kedepan. Bagaimana setiap langkah merupakan cerminan dari impian kita. Bagi saya sendiri, visi merupakan suntikan semangat ketika saya bangun di pagi hari. Visi merupakan pengingat saya ketika keluar jalur dari seharusnya, ketika malas melanda dan saya mengingat visi saya bahwa ingin menjadi ahli manajemen risiko, maka saya jadi bersemangat belajar lagi. 


Salah satu visi ETU yakni go internasional pada tahun 2017 dan menjadikan brand modest wear global yang mengedepankan inovasi melalui pemanfaatan teknologi dan material science, merupakan suntikan semangat bagi perusahaan ini untuk dapat bersaing di pasar global dengan ciri khas yang ETU milliki.  Selain itu ETU juga memiliki partner yang dapat mendukung visinya yakni Wardah. Sejalan dengan visi ETU, visi Wardah yakni menjadi perusahaan multinational sehingga Wardah akan terus berkomitmen untuk mendukung brand lokal Indonesia untuk menembus pasar global. 

MARKETING MIX

Untuk menyentuh hati dari target market terlebih pasar global antar negara, banyak faktor yang mempengaruhi dimana kekuatan suatu produk ditentukan oleh sejauh mana brand tersebut dikenal secara global, kecepatan supply chain dan competitive advantage produk tersebut bila dibandingkan dengan produk kompetitior.
Sumber: Marketingmix.co.uk
Dalam  dunia marketing dikenal konsep Marketing Mix atau bauran pemasaran. Bauran pemasaran yakni kombinasi antar variabel marketing yang dapat dikontrol dan saling menyatu untuk menghasilkan produksi baik barang atau jasa yang dibutuhkan oleh pasar.

Bauran pemasaran merupakan perpaduan kekuatan yang ada dalam diri kita sendiri yakni mengenai variabel yang dapat kita kendalikan. Dengan bercermin pada diri sendiri, kita dapat menonjolkan kekuatan yang kita miliki dan dapat meminimalisir kelemahan yang ada. Bagi saya sendiri, sebagai contoh karena saya sadar saya tidak memiliki IQ yang superior, maka kekuatan saya untuk menutupi kekurangan yakni sesuai motto saya: Saajtahidu Fauqa Mustawa Al-Akhar yakni saya akan berusaha diatas rata-rata yang orang lain lakukan. 

Bagaimana dengan ETU? Berikut gabungan beberapa poin kekuatan ETU:

PRODUK

PT Efashion Texmoda Utama disingkat ETU adalah perusahaan retail pakaian yang berfokus pada fashion muslim atau modest fashion di Indonesia. Memiliki corporate statement yakni sustainable future can only be achieved by innovation menjadikan ETU sebagai perusahaan yang peduli terhadap tuntutan masyarakat yang semakin menginginkan bisnis yang ramah lingkungan.

Misi ETU yakni menciptakan produk yang berkualitas tinggi, fashionable, terjangkau serta nyaman dipakai setiap hari bagi orang-orang diseluruh dunia dan melakukan inovasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan dan pengembangan strategis untuk meningkatkan kualitas masyarakat. Sejak awal berdiri, ETU berkomitmen untuk menghasilkan produk dengan penuh tanggung jawab.

Globalisasi dalam industri fashion, juga erat kaitannya dengan teknologi karena mass-customization pada produk fashion sehingga masyarakat menginginkan produk yang terbaik. Karena itu untuk bahan produknya, ETU memakai Bemberg™ atau dikenal dengan nama cupro yakni bahan cotton yang telah diregenerasi dan merupakan merek dagang dari Asahi Kasei Fiber Corporation dari Jepang.

Kelebihan dari bahan ini adalah:
  • Lebih terasa lembut disentuh dibandingkan sutra
  • Memiliki pori-pori mikro sehingga cepat menyerap kelembapan
  • Nyaman dipakai sepanjang musim. Kelebihan dari bahan ini yakni memiliki kemampuan untuk menyesuaikan lingkungan, sehingga dingin ketika musim hangat dan sebaliknya yakni hangat ketika musim dingin.


Pada VAMFF ini, ETU bekerja sama dengan salah satu perusahaan terbesar di Jepang, Toray Industries, yang memiliki spesialisasi di produk industri berteknologi tinggi di bidang organic synthetic chemistry, polymer chemistry, and biochemistry, untuk menggunakan Ultrasuede sebagai salah satu bahan pada koleksi Autumn/ Winter 2016 ini.

Ultrasuede merupakan bahan berteknologi tinggi yang dibuat dengan teknologi ultra-microfiber untuk menandingi kualitas bahan suede (kulit) asli. Sejak penemuannya di tahun 1970 oleh Toray, Ultrasuede telah digunakan oleh banyak brand internasional, seperti Halston, Prada, Issey Miyake, dsb. Selain itu, ETU juga menggunakan bahan wool, katun, dan polyester blend untuk membuat kombinasi look yang terdiri dari outer wear, pants, dan blazer.

Koleksi produk ETU mulai dari jaket, atasan, rok, celana dan dress yang tidak hanya elegan tetapi juga kelihatan profesional ketika dipakai. Untuk desain tidak perlu diragukan lagi karena memang telah terbukti dengan kemenangan brand ETU pada The ANZ Australia – Indonesia Young Fashion Designer Award. Tidak hanya cocok dipakai oleh muslimah, tapi juga bagi wanita pada umumnya.

PLACE

Faktor place yakni bagaimana konsumen dapat menjangkau produk. Hal ini berkaitan dengan supply chain yakni bertujuan memastikan produk berada pada tempat dan waktu yang tepat untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa menciptakan stok yang berlebihan atau kekurangan. Saat ini produk ETU bisa didapatkan di toko online maupun offline.

Kemajuan teknologi akan memangkas jalur distribusi suatu produk. Kalau dahulu, untuk produk sampai ke tangan konsumen harus melalui beberapa distributor yang mengakibatkan lamanya waktu pengiriman dan semakin mahalnya harga produk. Dengan menjual lewat online menjadikan produk akan cepat sampai ke konsumen, dapat menjangkau pasar yang luas tidak terbataskan jarak dan produsen juga dengan mudah dapat merangkul konsumen dengan feedback yang konsumen berikan terhadap produk kita.

Walaupun banyak kelebihan toko online, namun toko offline juga tidak dapat dipandang remeh perannya karena dapat menjangkau pasar yang 'kurang' percaya jika membeli lewat online terlebih produk fashion karena perlu merasakan bahannya, mendapatkan ukuran yang pas dan berfungsi meningkatkan kepercayaan konsumen jika memiliki wujud toko fisik yang dapat dikunjungi pelanggan. Sehingga visi ETU yang kedua yakni memiliki setidaknya 10 toko di Indonesia dan  2 perwakilan di 2 kawasan pada 5 tahun mendatang.

PROMOTION

Media sosial merupakan kunci komunikasi bagi keberhasilan organisasi sekaligus tentu promosi yang lain seperti iklan, sales promotion, personal selling, public relation. Alat-alat promosi ini perlu disajikan sesuai pasar yang dituju. Untuk menjangkau kegiatan ETU, kita dapat melihat di website etuforvamff2016. Selain itu, dapat juga memantau kegiatan ETU di instagram @etuofficial @restuanggraini dan @wardahbeauty

Sejalan dengan kegiatan VAMFF, Wardah Cosmetics selaku sponsor utama dari perjalanan ETU di VAMFF ini juga mempersembahkan sebuah engagement event yang ditujukan bagi komunitas muslim Indonesia dan Australia pada tanggal 12 Maret 2016 dengan judul “Succeeding Together: An Australia-Indonesia Collaboration – presented by Wardah”. 

Pada event engagement tersebut, Wardah menyediakan platform kepada desainer Indonesia seperti ETU, Ria Miranda, Sarah Sofyan X IKYK, Andita Widy (Shotistic Shoes) untuk berkolaborasi dengan desainer modest wear Australia, seperti Zulfiye Tufa, Amalina Aman, dan Hijab House, melalui trunk show, business workshop, make up tutorial, dan pop up store.

PEOPLE

Sangat penting memiliki orang yang tepat dalam pekerjaan karena semua karyawan adalah bagian dari bisnis yang menawarkan produk dari perusahan. Dengan memfasilitasi suasana kerja yang menyenangkan, kreatif dan dinamis dimana kerja tim adalah hal yang penting, perusahaan ini ingin berkembang dan belajar bersama

LET'S GLOBALIZE

Target maket dari industri muslim fashion sangat potensial. Menurut Pew Research Center populasi muslim dunia diperkirakan tumbuh dari 1,7 miliar di tahun 2014 ke 2,2 miliar pada tahun 2030 dan 52,5% dibawah usia 24 tahun sehingga pada tahun 2030 diprediksi 29% usia muda populasi dunia (15-29 tahun) adalah muslim. Jadi jelas bahwa pakaian yang ditujukan untuk anak muda akan berpeluang besar, dan ini sejalan dengan desain pakaian ETU yang memang ditujukan untuk generasi muda dan profesional.


Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, sehingga Indonesia potensial sebagai pangsa pasar sekaligus produsen yang memasarkan produknya ke manca negara. Menurut data State of the Global Economy Report pada tahun 2014, nilai konsumsi muslim untuk pakaian mencapai US$ 230 milyar dan diprediksi pada tahun 2020 mencapai hingga US$ 327 milyar.

Industri fashion muslim harus memanfaatkan kesempatan ini karena begitu potensialnya pasar ini. Menurut sumber yang sama dikatakan bahwa pasar muslim menyumbang 11% dari konsumsi pakaian secara global. Jika ekonomi kreatif Indonesia turut andil dalam pangsa pasar yang besar ini, maka akan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi Indonesia.

Dengan kesempatan untuk dapat menampilkan fashion show di Australia, merupakan satu langkah besar untuk mencapai visi ETU dalam meraih pasar global. Selama di VAMFF, ETU akan mendapatkan akses di semua event utama, mulai dari networking events, industry workshops, public forums, premium runways, dan fashion networks.
Menurut Deputi IV Badan Ekonomi Kreatif bidang Pemasaran, Bapak Joshua M. Simandjuntak, mengatakan bahwa saat ini nilai ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia ke Australia hanya menyentuh nilai USD 176 juta per tahun, sementara potensi pasar fashion Australia mencapai USD 15 miliar atau Rp 202 triliun per tahun, dan saat ini terdapat kurang lebih 500.000 muslim di Australia sebagai pangsa pasar yang potensial untuk desainer modest wear Indonesia.

Inilah saatnya ETU menunjukkan bahwa muslim Indonesia dengan karya modest wear-nya merupakan representasi nilai-nilai damai dan kreatif yang bersifat universal tanpa melihat perbedaan agama dan bangsa. Melalui partnership antara ETU dan Wardah sehingga kegiatan di VAMFF dapat menjadi milestone dalam memperkenalkan halal lifestyle sector pada pasar global dan membuka kesempatan-kesempatan selanjutnya baik bagi industri sejenis atau industri lainnya. Hal ini juga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, peningkatan jumlah ekspor dan employment rate serta membentuk hubungan bilateral ataupun multilateral bagi Indonesia dengan negara lainnya.

Sebagai individu terkecil yakni diri kita sendiri, baik sebagai pelajar, karyawan swasta, PNS, dokter, ibu rumah tangga, tentara, wirausaha, pedagang dan apapun peran kita, ayo tunjukkan prestasi kita masing-masing untuk Indonesia. Indonesia pasti bisa!!

We are determined, that our nation, and the world as a whole, shall not be play thing of one small corner of the world (Ir. Soekarno) 

Tulisan ini diikutsertakan pada Blog Competition Globalising Muslim/Halal Lifestyle Sector: How ETU x Wardah Campaign on VAMFF 2016 will Contribute to Indonesian Local Brand Competitiveness in the Global Market.

Sumber: etuforvamff2016.com; marketingmix.co.uk

6 comments