Liputan: Serunya iB Blogger Meet Up Padang with Kompasiana dan OJK

Postingan ini perbaikan dari artikel aslinya di Kompasiana yang Alhamdulillah jadi 3 besar di lomba flash blogging (beneran flash waktunya jadi banyak typo dan minim gambar). 

Sabtu, 21 Mei 2016 Kota Padang berkesempatan dikunjungi sebagai tuan rumah penutupan rangkaian acara nangkring iB Blogger Meet Up bersama Kompasiana dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Acara yang bertema 'Aku Cinta Keuangan Syariah' ini dihadiri oleh para pasukan Kompasianer Padang. Kalau dari undangan sih ada 91 orang yang daftar, tapi pas di acara nampaknya berkurang banyak, sayang sekali. Karena acaranya seru dan bermanfaat banget.


Acaranya mulai dari talkshow, live tweet competition, kuis, flash blogging dan standup comedy. Pembicara dari OJK adalah mba Aprilia Ratna Palupi sebagai Kepala Bagian Divisi Pengembangan Produk dan Edukasi DPBS OJK dan Bapak Devizal selaku pemimpin Usaha Syariah dari Bank Nagari.

Suasana meet up berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan, uneg-uneg, masukan dan tanggapan Kompasianer. Mba April sendiri juga orangnya lucu dan masih muda, jadi suasana terkesan cair dan asyik.


Perbankan syariah di Indonesia menempati posisi ke 9 dunia dengan market share sebesar 4,75%. Sebetulnya orang Indonesia sendiri sudah mengenal bagi hasil namun belum terstruktur, misalnya ketika ada pemilik dan pengelola lahan bekerjasama, maka keduanya akan membagi hasil keuntungan pertaniannya.

Karena masih begitu besarnya peluang pertumbuhan perbankan syariah, maka OJK selaku  pengatur dan pengawas perbankan yang awalnya dipegang oleh Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan perbankan syariah termasuk melaksanakan edukasi dan sosialisasi publik mengenai perbankan syariah.

OJK aktif mengadakan acara sosialisasi misalnya Keuangan Syariah Fair (KSF) dan iB Vaganza, jadi kita sebagai konsumen dapat mengenal lebih dekat apa itu perbankan syariah, pasar modal syariah dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah. Selain itu kekuatan media sosial dimanfaatkan secara optimal karena selain murah juga luas jangkauannya mulai dari twitter, facebook hingga bekerjasama dengan Kompasiana sehingga diharapkan kekuatan blogger akan dapat menumbuhkan pemahaman yang benar dan masif terkait perbankan syariah.

Di Kota Padang sendiri selama 4 hari sedang diadakan acara iB Vaganza yang diadakan di Plaza Andalas, dengan 13 stand dan 7 bank syariah. Dengan menyiapkan uang Rp 100 ribu rupiah kita dapat buka tabungan plus mendapatkan hadiah bahkan sampai undian motor dari Bank Nagari Syariah.

Perbankan syariah di Indonesia mah ecek-ecek, nggak bisa dipercaya? Eits siapa bilang, karena pada tahun 2013 bank syariah di Indonesia meraih penghargaan IFN Award sebagai The Best Central Bank and the Most Innovatif Islamic Bank. Total aset industri perbankan syariah telah meningkat hampir 14 kali lipat dari Rp 21,5 triliun rupiah pada tahun 2005 menjadi Rp 296,2 triliun pada tahun 2015. Pembiayaan yang disalurkan Bank Syariah per Desember 2015 telah mencapai Rp 212, 9 triliun dan pada saat yang sama penghimpunan DPK mencapai nilai sebesar Rp 231,2 triliun yang menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah.

Selain itu, bukti perbankan syariah di Indonesia memiliki kualitas yang baik adalah ada satu universitas di Singapura yang mempelajari perbankan syariah di Indonesia sebagai study trip mereka. Negara Jepang juga belajar perbankan syariah di Indonesia. Kenapa tidak di Malaysia sebagai negara dengan aset perbankan syariah terbesar di dunia? Kenapa tidak ke Timur Tengah? Itu berarti menunjukkan bahwa produk perbankan syariah di Indonesia dapat dipercaya. Perbankan syariah dengan produk dan jasa yang memang benar-benar sesuai syariah dan juga lembaga pengawasannya yang ketat.


Menurut data OJK hanya sebanyak 21% masyarakat yang telah terliterasi tentang perbankan syariah. Selanjutnya untuk Padang sendiri, market sharenya sendiri melebihi market share nasional, yakni sebesar 6%. Dengan penduduk Muslim di Padang yang dapat mencapai 99%, berarti ini merupakan kesempatan emas dalam pengembangan industri perbankan syariah. Menurut Pak Dev, sosialisasi memang masih kurang jadi perlu menjadi perhatian bagi para pelaku industri ini.

Ada satu pertanyaan saya yang sudah lama saya masih bingung terkait perbankan syariah dan terjawab sudah oleh Pak Dev yakni bagaimana kalau bank syariah rugi, berarti nasabah uangnya berkurang dong? Nah, menurut pengalaman Pak Dev dulu Bank Nagari Syariah pada awalnya pernah rugi selama 2,5 tahun namun nasabah tetap mendapatkan bagi hasilnya. Kok bisa? Karena memakai sistem revenue sharing, keren kan? Jadi nggak usah khawatir dan ragu lagi nabung di bank syariah karena terbukti menguntungkan.

Masih belum percaya? Coba aja tengok negara lain seperti Inggris. Perbankan syariah di Inggris sedang booming lho. Penyebabnya nampaknya bukan karena masalah akidah, ya karena jika menabung di bank syariah sangat rasional dan menguntungkan bagi mereka. Misalnya tentang KPR di bank syariah, dengan jangka waktu selama 15 tahun lamanya namun tetap sama cicilannya perbulannya. Padahal tentu (insya Allah) gaji bertambah dan ditengah inflasi cicilan kita tetap. Amazing kan?


Produknya pun bervariasi dan ada yang tidak ada di bank konvensional misalnya rahn (gadai). Saya sendiri pernah bikin survey kecil-kecilan, jadi saya nabung dengan nominal yang sama antara bank syariah dengan konvensional, saya simpan dan tidak diambil selama beberapa bulan. Dengan jumlah saldo yang sama, bagi hasil yang saya dapat jauh lebih banyak dibanding bunga di konvensional plus biaya bulanan yang lebih rendah di bank syariah.

Sebagai nasabah Bank Syariah Mandiri, saya dapat menarik uang di ATM Mandiri yang cabangnya banyak tersebar secara gratis. Menguntungkan kan? Selain itu, sudah terdapat mobile dan internet banking juga. Jadi sama bagusnya, lengkapnya dan modernnya kan.

Plus bagi muslim, uang kita berkah lho karena sesuai dengan ketentuan Al-Quran dan hadist, jadi tambah nyaman di hati. Tapi bukan berarti bank syariah hanya untuk Muslim, semua kalangan bisa menggunakannya karena bersifat universal dan menguntungkan untuk semua pihak.

Kenapa Malaysia bisa menjadi nomor wahid di industri perbankan syariah? Karena pemerintahnya sangat mendukung penuh industri ini (top-low), sebaliknya di Indonesia malah gelombang perbankan syariah berasal dari bawah. Tapi jangan patah semangat karena perjuangan dari bawah tentu akan memberikan impact yang besar jika kita bersama-sama saling mendukung bank syariah. Pakai produknya dan nikmati manfaatnya. Karena bank syariah sama baiknya, sama lengkapnya dan sama modernnya.

Acara selanjutnya yakni Blogging Workshop yang dibawakan oleh Bang Iskandar Jet (@Isjet) mengenai Story Telling: Cara Menulis Kreatif di Blog. Dalam ngeblog kita butuh perkakas misalnya laptop, kamus dan tesaurus Bahasa Indonesia (ini saya nggak punya sebenernya hihi). Perbedaan media massa adalah menulis untuk publik, dan karena media sosial milik pribadi, jadi perlu ada semangat untuk berbagi dan kita menulis agar bermanfaat untuk orang lain.

Dalam media massa, semua informasi penting dikumpulkan diatas sedangkan dalam media sosial PRnya adalah bagaimana caranya pembaca mau membaca dari awal sampai akhir, jadi perlunya story telling untuk memikat pembaca blog kita.

Bang Isjet juga membahas pentingnya judul supaya dapat menarik penasaran untuk membaca lebih jauh. Selain isi gambar pada postingan juga penting karena memproses 60 ribu lebih cepat dari teks. Terakhir adalah tipsnya jangan batasi sumber cerita, dia datang dari siapa saja dan mana saja.


Acara ditutup dengan standup comedy dari Ranah Minang (sumpah, lucu banaa), jago beat box pula. Pengumuman pemenang live tweet dan pemenang flash blogging. Acaranya seru banget dan profesional dengan terjadwal. Senangnya hari ini ^.^

4 comments

  1. Wow borong hadiah. Selamat ya kecr badai, sayang gak sempat ngobrol banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak juga kereeenn, juara jugaaa

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai "Liputan: Serunya iB Blogger Meet Up Padang with Kompasiana dan OJK".
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Keuangan Syariah yang bisa anda kunjungi di disini

    ReplyDelete