Mau Tes Potensi Akademis (TPA) OTO Bappenas? Baca Dulu Ini...

Buat para scholarship hunter, pasti sudah nggak asing lagi mendengar tes TPA. Tes TPA biasanya menjadi salah satu persyaratan dalam beberapa beasiswa (LPDP kayaknya nggak ya). Postingan kali ini bukan tipsnya sih, tapi seputar apa sih TPA itu?

Materi postingan ini saya ambil dari flyer UUO PT Koperasi Pegawai Bappenas


Tes TPA OTO Bappenas diseggarakan oleh penyelenggara tunggal yakni Unit Usaha Otonom Penyelenggara Koperasi Pegawai Bappenas (UUO  PT Koperasi Bappenas) yang didirikan khusus untuk mengganti peran lembaga yag dahulu bernama Overseas Training Office (OTO) Bappenas, sejak ditutupnya Unit Usaha Pelayanan Penyelenggara Tes (UPP) TPA OTO Bappenas.

Selain TPA,  UUO PT Bappenas juga melayani jasa dan konsultasi penyelenggaraan Tes Potensi Intelektual Umum (TPIU), Tes Kemampuan Umum (TPU) dan Tes Bahasa Inggris.

TPA dapat juga diselenggarakan di kota lain atas permintaanlembaga. Untuk perseorangan, dapat mendaftar TPA individual yang dilaksankan secara rutin, minimal 1 kali perbulan di Jakarta. Untuk lihat tanggal berapa saja, bisa cek website koperasi.bappenas.go.id

Lalu apa beda TPA, TPU, Tes Kemampuan Umum/Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan Tes Bahasa Inggris?

Tes Bahasa Inggris

UUO PT Koperasi Bappenas juga menyelenggarakan TOEFL ITP, tes prediksi TOEFL dan lainnya.

Tes Kemampuan Umum/Tes Kemampuan Dasar (TKD)

Tes Kemampuan Umum (TPU) dan Tes Kemampuan Dasar (TKD) adalah alat tes yang dirancang untuk mengukur karakteristik umum calon pegawai yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima pegawai bersangkutan. TKU/TKD merupakan alat tes yang memodifikasi spesifikasi TPA dan TPIU OTO Bappenas.

 

Tes Potensi Intelektual Umum (TPIU)

Tes Potensi Intelektual Umum ini digunakan untuk menyeleksi calon mahasiswa S1. Tes ini dimaksudkan untuk mengukur potensi yang dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan seseorang jika yang bersangkutan belajar di jenjang perguruan tinggi/sarjana (S1) atau memangku jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual setara dengan kemampuan yang diperlukan untuk belajar di jenjang tersebut. 

TPIU mirip dengan TPA yakni terdiri dari 3 subtes: verbal, kuantitatif dan penalaran. Namun berbeda dengan TPA waktu yang disediakan untuk mengerjakan soal TPIU adalah 120 menit dengan soal tiap sub tes berjumlah 50 soal/waktu 40 menit).

 

Tes Potensi Akademik (TPA)

Tes Potensi Akademik adalah alat tes yang mengukur potensi kemampuan belajar seseorang yang dianggap mendasari keberhasilan belajar pada jenjang setingkat S2/Master atau S3/Dokter atau keberhasilan memangku jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual setara dengan kemampuan pada jenjang pendidikan pascasarjana.

Keberhasilann belajar pada jenjang setingkat pascasarjana yang diyakini sangat dipengaruhi oleh tiga kemampuan dasar yakni kemampuan verbal, kuantitatif dan penalaran sehingga TPA terdiri adtas 3 Subtes: Verbal (90 soal), Kuantitatif (90 soal) dan penalaran (70 soal), masing-masing subtes dikerjakan secara berurutan dalam waktu satu jam untuk setiap subtesnya.

TPA memiliki acuan nasional, dengan range skor total TPA dari 200 hingga 800 dengan nilai rata-rata simpangan baku 100. Sedangkan skor untuk masing-masing sub tes berkisar antara 20-80. Masa berlakunya adalah 2 tahun sejak tanggal tes.

Permintaan skor tiap instansi berbeda-beda, misalnya waktu saya daftar SPIRIT kemarin nilai TPA yang dibutuhkan adalah 575. 

Ada satu tempat les TPA kalau tidak salah GPS Jakarta, pelatihan satu hari dalam menghadapi TPA.

Kisi-Kisi TPA

4 comments

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...