Review Buku: Show Your Work! 10 Ways to Share Your Creativity and Get Discovered

Judul: Show Your Work!
Penulis: Austin Kleon
Penerbit: Workman Publishing Co., Inc. New York
Tahun: 2014
Halaman: 215
ISBN: 978-0-7611-7897-2


Buku ini saya beli di periplus.com karena rekomendasi dari situs empoweredwomenrevolution.com megenai bagaimana orang introvert dalam mempromosikan diri. Di salah satu artikel terdapat satu ebook "34 Leading Business Expert Share Their Tops 3 Self Promotion Tips for Introverts". Ebook yang berisi 38 halaman ini berisikan 34 tips mengenai bagaimana cara mempromosikan diri bagi orang introvert. Salah satunya tips dari Derek Shivers mengenai buku ini.

Buku ini termasuk New York Times Bestseller.  Show Your Work! memberikan 10 langkah dalam bagaimana supaya dikenal dengan karya dan kerja kita.
How do I get my stuff out there? How do I get noticed? How do I find an audience?
Saat ini dimana disaat begitu banyak informasi, tidak cukup hanya sekedar baik. Untuk dapat ditemukan, kita harus dapat dengan mudah ditemukan. Memilih jaringan yang efektif diperlukan misalnya kita tidak perlu datang ke setiap pertemuan tetapi 'terbuka' terhadap pekerjaan kita misalnya secara konsisten mempostingan pekerjaan kita (dengan dibatasi kode etik tentunya), apa yang kita pelajari dan lainnya.

Buku ini cocok untuk orang yang nggak suka mempromosikan diri sendiri: 'saya bagus lho pak', saya A lho pak, saya B lho pak. Tapi tunjukkan dengan cara yang elegan hasil kerja kita dengan 10 cara ini:

1. You Don't Have To Be A Genius

Jadilah scenius yang tidak berfokus kepada seberapa pintar dan bertalenta tapi mengenai apa yang kamu kontribusikan (ide yang kita bagi, kualitas koneksi yang kita bangun dan percakapan yang kita mulai).

Hidupkan jiwa amatir kita yang terobsesi terhadap sesuatu dan menghabiskan waktu berton-ton ketika memikirkannya.

2. Think Process, Not Product

Ketika seorang pelukis berbicara mengenai karyanya, ada dua hal berbeda. Pertama mengenai artwork, hasil dari lukisannya dan kedua adalah art work yakni pekerjaan dibelakang layar sebelum terciptanya lukisan tersebut. Mengambil keuntungan dari Internet dan sosial media, kita dapat menentukan seberapa banyak apa yang kita share ke orang lain.

Tahun 2013, nitizen jatuh cinta kepada astronot Chris Hadfield yang menyiarkan kehidupan dari astronot. Tapi bagaimana dengan kita yang hanya orang biasa? Rasanya nggak ada sesuatu yang istimewa deh. Langkah awal adalah membentuk kegiatan itu bentuk yang interaktif kedalam media yang dapat kita bagikan ke orang lain.

Misalnya buat dokumentasi foto, video, tulis jurnal, berbicara lewat recorder. Dan semua bisa dilakukan di smartphone.



3. Share Something Small Every Day

Suatu hari, ketika kita sudah melakukan sesuatu, lihat kembali dokumentasi dan temukan satu bagian kecil dari proses pekerjaan yang mau kita share. Jika masih tahap awal sekali maka bagikan mengenai apa yang mempengaruhi dan menginspirasi kita.

Sosial media adalah tempat yang sempurna untuk berbagi update harian. Pilih yang sesuai dengan apa yang kita lakukan. Filmmaker menggunakan Youtube, bisnis menggunakan LinkedIn, penulis cinta dengan Twitter, Visual artis menyukai Instagram.

Pesan penting dalam bab ini adalah jangan bilang kita tidak punya waktu. Kita semua sibuk, tetapi kita semua mempunyai 24 jam yang sama. Ketika Austin Kleon ditanya bagaimana cara menemukan waktu yang tepat untuk semua ini, dia menjawa "I look for it". Kita pasti menemukan waktu jeda antar kegiatan misalnya makan siang, beberapa jam setelah anak tidur, mungkin melewatkan episode TV favorit atau mengurangi waktu tidur tapi kita semua dapat menyediakan waktu jika kita mencarinya.  

4. Open Up Your Cabinet of Curiosities

Orang kaya dahulu di Eropa (abad 16-17) memiliki wunderkammern yakni "lemari yang berisi barang aneh dan objek luar biasa. Biasanya kita temukan buku-buku, tengkorak, perhiasan, kulit, seni, tanaman, bahan galian, batu atau artifak unik lainnya. Koleksi tersebut biasanya disandingkan dengan buatan alam dan manusia.

Kita masing-masing memiliki koleksi barang berharga. Misalnya buku dengan novel favorit, film atau yang tidak terlihat seperti orang yang kita temui, pengalaman. Kita semua memiliki sesuatu hal yang aneh dan istimewa selama menjalankan pekerjaan kita dan menjalani hidup kita.

Apa yang mempengaruhi dapat kita bagi karena merupakan petunjuk siapa kita dan apa yang kita lakukan misalnya: dimana kita mendapatkan inspirasi? Hal apa yang selalu kita pikirkan? Apa yang kita baca? Situs apa yang sering kita kunjungi di internet? Musik apa yang kita dengarkan. Terbukalah dan jujur apa yang kita suka adalah cara terbaik untuk terhubung dengan orang yang memiliki kesukaan tersebut juga.

Jika kita membagi pekerjaan milik orang lain, kewajiban kita untuk memberi penghargaan atas nama orang tersebut. Dalam dunia online, paling penting adalah memberikan atribut berupa hyperlink ke website asalnya. Satu aturan dari internet adalah: orang-orang malas jika kita tidak menyertakan link, tidak akan ada yang mengkliknya. Jadi bagaimana kalau kita ingin membagi sesuatu tanpa tahu siapa pembuatnya? Jawabnya adalah jangan membagi (share) sesuatu yang kita tidak dapat menyebutkan asalnya. Find the right credit, or don't share

5. Tell Good Stories

Umumnya artis suka berbicara my work speak for itself. Tapi umumnya manusia ingin tahu darimana benda tersebut berasal, bagaimana mereka membuatnya, dan siapa yang membuatnya. Cerita mengenai pekerjaan kita akan memberikan efek yang besar tentang apa yang orang rasakan dan mereka mengerti mengenai pekerjaan kita. Kita perlu mengetahui cara membuat cerita yang baik dan bagaimana mengatakannya kepada orang lain.

Hal terpenting dalam cerita adalah struktur. Aristotle mengatakan cerita memiliki bagian awal, tengah dan akhir. Penulis John Gardner memiliki formula tentang kreativitas yakni kita memiliki ide yang keren, dan kemudian membagi ide tersebut entah menang, kalah ataupun hasilnya seri. Karena kadang-kadang ide dapat sukses, gagal ataupun lebih sering tidak berpengaruh apa-apa.


6. Teach What You Know

Mengajarkan tidak berarti berkompetisi. Hanya karena kita mengerti teknik dari seseorang yang ahli belum tentu kita dapat meniru dengan tepat. Misalnya contoh youtuber Franklin yang terkenal dengan barbequenya, kita dapat menonton tutorial Franklin dalam membuat barbeque tapi apakah kita siap untuk menghabiskan 22 jam dalam sehari dalam membakar daging?

Pikirkan apa yang dapat kita bagi dari proses yang kita lakukan untuk menginformasikan seseorang yang berusaha kita raih. Menit yang kita pelajari, putar arah dan ajarkan kepada yang lain. Bagikan list bacaan kita, buat beberapa tutorial dan posting online. Gunakan gambar, kata-kata atau video.

Mengajarkan hal ke seseorang tidak mengurangi nilai kita melainkan menambah. Ketika kita mengajari seseorang bagaimana kita bekerja, efeknya kepada kita adalah kita membangkitkan ketertarikan kita terhadap pekerjaan. Orang-orang menjadi semakin dekat dengan pekerjaan kita karena kita membiarkan mereka tahu apa yang kita kerjakan.

Dari semuanya, hal terbaik adalah ketika membagi pengetahuan kita dan pekerjaan kita, kita menerima imbali balik berupa pendidikan. Misalnya yang terjadi pada penulis Christopher Hitchens ketika menulis buku adalah membawanya pada opini orang-orang yang sebaiknya diteliti sebelum menulis diatas kertas, mereka mengirim surat, menelepon dan memberitahu apa sebaiknya yang kita baca.


7. Don't Turn Into Human Spam

Jika kita ingin diterima dalam komunitas, maka hal pertama adalah menjadi warga yang baik dalam komunitas tersebut. Jika ingin mendapatkan sesuatu, maka kita harus memberi. Jika ingin diperhatikan, kita harus memperhatikan. Diam dan dengarkan sebentar. Jadilah bijaksana.

Berhenti khwatir mengenai berapa banyak orang follower kita. Jangan habiskan waktu untuk membaca artikel mengenai mendapatkan follower yang banyak. Jika ingin mendapatkan followers, jadilah seseorang yang berarti untuk difollow. Buat sesuatu yang kita cintai dan bicara yang kita cintai dan kita akan menarik seseorang yang menyukai hal yang sama dengan kita.

8. Learn To Take A Punch

Ketika kita mempublikasikan pekerjaan kita kepada seluruh dunia, maka kita harus siap untuk komentar yang baik atau yang buruk. Semakin pekerjaan kita ditemukan oleh dunia, maka akan semakin banyak kritik. Berikut adalah cara mengatasinya:
  • Relax and breath: Kritik bukan akhir dunia. Tarik napas dalam-dalam dan terima apapun yang datang
  • Strenghthen your neck: Cara menghadapi hantaman adalah latihan untuk dipukul lebih banyak. Semakin banyak kritik yang kita dapat, semakin kita menyadari bahwa kita tidak bisa disakiti lagi.
  • Roll with your punches: Terus bergerak. Setiap kritik adalah kesempatan untuk pekerjaan yang baru. Kita tidak dapat mengontrol kritik yang diterima tapi kita dapat mengontrol reaksi terhadap kritik.
  • Protect your vulnerable areas: Jika pekerjaanmu terlalu sensitif dan menimbulkan kritik, sembunyikanlah
  • Keep your balance: Kita harus ingat bahwa pekerjaan kita adalah sesuatu yang kita lakukan bukan siapa kita misalnya artis yang terlalu menghayati perannya di kehidupan sehari-hari (padahal karakter di filmnya jahat)

Langkah awal adalah mengevaluasi berasal darimana datangnya feedcback. Kita ingin feedback dari orang yang memang peduli dengan kita dan apa yang kita lakukan. Troll adalah orang yang tidak tertarik kepada perbaikan kerja kita, hanya memprovokasi dengan kebencian, agresif atau pembicaraan yang membuat marah. Kita tidak dapat apa-apa jika berhubungan dengan orang macam itu. Jangan beri makan mereka, dan biasanya mereka akan pergi berlalu.

9. Sell Out

Jangan takut untuk memberi harga pekerjaan kita, tapi dengan harga yang masuk akal. Walaupun saat ini kita belum menjual karya kita, tapi berdagunakan list email tapi dengan ijin pemilik email tentunya.

10. Stick Around

Setiap karir mengalami naik dan turun, seperti jalannya cerita ketika kita hidup di tengah cerita kita tidak tahu kedepannya bagaimana. Tapi jangan berhenti, Sukses atau gagalnya projek bukan jaminan kesuksesan atau kegagalan lainnya.

In our businees you don't quit. You're holding on the ladder. When they cut off your hands, hold on with your elbow. When thet cut off your arms, hold on with your teeth. You don't quit because you don't now where the next job is coming from

Ketika sudah selesai suatu pekerjaan, segera kembali ke awal dan jadilah amatir. Cari sesuatu yang baru untuk dipelajari, dedikasikan diri kita untuk belajar dan terbuka, dokumentasikan progress dan share sehingga orang lain dapat belajar bersama kita. Tunjukkan kerja kita, dan ketika ada seseorang yang menunjukkan hasil kerjanya, beri perhatian kepada mereka karena mereka mempunyai sesuatu yang dapat kita pelajari juga

1 comment