Tips Mendapatkan Skor Tes Potensi Akademik (TPA) Bappenas > 575


Bermula dari beasiswa SPIRIT Bappenas yang saya incer mensyaratkan skor TPA > 575. Akhirnya PR ujian saya nambah lagi selain TOEFL dan IELTS. Pertama kali saya tes TPA itu sekitar bulan Maret 2016 dan hasilnya masih kurang yakni 549. Untuk rincian persesinya saya tidak tahu karena memang sertifikatnya tidak saya ambil (ada option diambil atau dikirimkan, waktu itu saya pilih option diambil tapi karena hasilnya nggak cukup jadi saya malas mengambilnya).

Skor 549 itu saya dapatkan dari hasil belajar 2 buku TPA selama seminggu. Saya masih benar-benar blank bagaimana soal dari ujian TPA. Dan ketika pertama kali tes duenk duenk, saya lemes karena dihadapkan dengan 250 soal dengan waktu 1 jam persesi.

Sesi pertama adalah verbal, sesi 2 matematika dan sesi 3 adalah penalaran. Lemes melihat matematikanya dan lupa rumus-rumus aritmetika dan geometri, puyeng dengan soal penalaran yang ternyata banyak tes gambar dan bangun ruangnya. Pasrah dan hasilnya memang belum cukup untuk lulus ke tahap beasiswa selanjutnya.

Intip juga postingan saya tentang TPA di dipostingan sebelumnya.

Nah, sebelum berjumpa lagi dengan beasiswa SPIRIT di Januari 2017, saya coba berlatih dengan ujian-ujian sebenarnya. Jadwalnya sih TPA di November 2016, TOEFL Desember 2016 dan IELTS di Januari 2017 (Ini ujian kaya hobi ajee).

Dari Padang, saya cocokkin jadwal pulang ke Jakarta dengan jadwal tes TPA. Pada hari Hnya saya ngerasa lumayan bisa mengerjakan soal verbal dan penalaran, tapi pas bagian matematika? Alamakk, saya cuma yakin 10 soal yang benar dari 90 soal, Suer, nggak bohong. Pas di bagian matematika, kerjaannya minuuumm mulu, otaknya kering kali yak wkwk.

Masih buanyak banget yang kosong saat panitia memberitahu waktu sisa 15 menit lagi. Akhirnya saya jawab pilihan yang kosong dengan C semua hiks. Sisa waktu saya kerjakan soal yang masih belum terjamah sesempet-sempetnya. Baiklah masih ada waktu buat ujian bulan depan *eh

Tiga hari kemudian, saya mendapatkan e-mail dari Bappenas (waktu ujian saya yang pertama, nggak ada email seperti ini). Alhamdulillah skor saya 581, sudah memenuhi skor minimum dari SPIRIT. Agak suprise karena saya ngerasa gagal total mengerjakan matematika. Kalau dilihat dari perbagian memang matematika saya paling lemah tapi nilai verbal membantu banget untuk skor keseluruhan. Dan berjanji dalam hati kalau mendapatkan skor > 575 saya mau nulis tipsnya, siapa tahu ada yang terbantu dengan pengalaman saya.


Saya cerdas? Hmm, rasanya kalau dulu pas tes IQ di sekolah, IQ saya selalu rata-rata dan paling tinggi IQ saya 109, tes tahun berikutnya eh turun jadi 105. Jadi saya termasuk tipe biasa dan tipe yang memang harus belajar dulu. Teman saya yang anak akselerasi tidak belajar dan tes pertama langsung mendapat skor 600an, saya belajar jungkir balik dapatnya 549. Kecewa? Iya, tapi harus tetap semangat dan jalan terus, setiap orang punya perjuangannya masing-masing kan. Berikut tips mendapatkan skor > 575 versi saya:

BELAJAR

Belajar akan lumayan membantu untuk meningkatkan skor. Merefresh otak kembali dari pelajaran yang dulu terlupa. Misalnya beberapa kata di verbal dalam buku TPA. Untuk matematika, dengan belajar kita jadi mengulang kembali soal-soal matematika misalnya soal susul-menyusul waktu, satuan ukuran, rumus bangun ruang. Untuk penalaran, ada rumusnya sehingga kita bisa lebih cepat dan benar dalam menyelesaikan penalaran logis.

Ada teman yang berkomentar, kalau TPA mah nggak usah belajar. Hmm..kalau saya pribadi sih nggak setuju dengan komentarnya. Mungkin kalau saya berotak jenius seperti teman saya yang anak aksel sih nggak apa-apa karena matematikanya lancar jaya (dia bisa paling tidak ngerjain 60 soal dari 90 soal), lah kalau seperti saya yang cuma mampu 10 soal wkwk, bunuh diri namanya kalau nggak belajar.

Lumayan kan dengan belajar saya bisa nambah poin 40an. Mau tes apapun, TOEFL, IELTS atau apapun kalau mau dapet hasil optimal ya belajar. *Iya mpok sabar, panjang amat curhatnya.

PAHAMI JENIS SOAL YANG AKAN KELUAR

Supaya tepat sasaran, kita sebaiknya tahu apa saja jenis soal TPA. Ada tiga subtes dengan jumlah 250 soal dengan waktu pengerjaan 60 menit per subtesnya.

Untuk lebih jelasnya, seperti apa soalnya dapat dilihat di buku-buku TPA yang tersedia, kalau saya saat ini punya tiga buku (niat yee) yang saya pelajari:

  1. Referensi Pintar TPA Pascasarjana S2/S3 karangan Raditya Panji Umbara
  2. Masterpiece TPA Versi OTO Bappenas karangan Tim Litbang Media Cerdas
  3. TOP Update PAKAR TPA Tembus Skor 700+ Versi Oto Bappenas
Buku yang ketiga belum saya pelajari betul sih, saya beli karena waktu ke Gramedia saya lihat buku ini buanyak banget bahas tentang matematika dan memang fokusnya ke matematika. Kalau yang seneng belajar online bisa download di internet atau install aplikasi di playstore, kalau saya masih lebih seneng bolak-balik buku, soalnya bisa dicoret-coret.

PERSIAPAN

Misalnya:

  • Jangan lupa bawa form pendaftaran dan bukti transfer
  • Survey lokasi
  • Datang jangan ngepas waktunya
  • Sarapan dulu sebelum ujian
  • Bawa jaket buat persiapan (tes yang kedua, ruangan ACnya dingiiiinnn betul)
  • Peralatan-peralatannya jangan ketinggalan (pensil, penghapus)
  • Persiapan air minum *siapa tahu otaknya kerontang seperti saya

PASRAH DAN DOA

Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Kesuksesan menurut saya adalah apapun hasilnya ketika kita menengok kebelakang tidak ada lagi penyesalan karena kita sudah melakukan usaha terbaik semampu kita. Mungkin kita kurang di satu sub tes, tapi nilai kita terangkat di sub tes lain jadi masih ada harapan untuk mendapatkan skor yang kita targetkan, karena kan penjumlahannya dibagi 3.

Ayo Semangat, kawan \^.^/

1 comment

  1. MasyaAllah.. sangat memotivasi mbak.. jazakillah ya mbaa

    ReplyDelete