Tandem Paralayang di Bukit Langkisau Sumatera Barat

Sumatera Barat merupakan surga bagi wisata alam. Mulai dari pantai, gunung, laut dan juga udara. Salah satu wisata udara yang ada di Sumatera Barat adalah Paralayang. Ada beberapa pilihan spot paralayang di Sumatera Barat misalnya Wisata Puncak Paralayang Malalo di Kabupaten Tanah Datar, Landing Area Gantolle dan Paralayang di Kota Padang, Puncak Paralayang Aripan di Kota Solok dan Bukit Langkisau di Pesisir Selatan.

Saya berkempatan naik Paralayang dalam rangka memeriahkan ulang tahun kantor. Dibutuhkan satu volunter laki-laki dan satu volunter perempuan. Sebenarnya awalnya saya tidak mau ajuin diri karena merasa nggak heboh gitu. Tapi kebetulan semua pegawai wanita di kantor nggak ada yang mau jadi sukarelawan atau mau tapi terbentur jadwal. Jadinya tinggal saya yang bersedia. Yeayy..

Rombongan kami berangkat dari jam 8 pagi hingga sampai di tempat sekitar jam 10.15. Bukit Langkisau berada di Painan, ibukota kabupaten Pesisir Selatan. Menjelang objek wisata, kita mulai melihat laut dari jauh dan sesampainya di lokasi parkir, kita cukup berjalan 500 meter dan memanjat beberapa anak tangga. Belum sampai lokasi saja, pemandangannya sudah indah banget.

Pemandangan saat naik tangga menuju ke Bukit

Sampai di puncak bukit, kita melihat pemandangan kota Painan. Memasuki area Parlayang, bukitnya tidak terlalu luas dan landai membulat ke bawah. Disini kami bertemu dengan Mba Ica dan suami, sebagai partner tandem kami. Mba Ica adalah atlet nasional yang sudah prestasinya sudah mendunia.


Hari sebelumnya, saya sudah menonton di youtube bagaimana sih teknik yang benar misalnya ketika landing kaki jangan ikut turun ketika kebawah. Setelah tanya mba Ica, ternyata tidak ada teknik khusus kalau tandem karena akan diarahkan oleh ateltnya.

Mba Ica dan suami sedang ngajarin aktifikan kamera

Awal mulanya seluruh kain Paralayang diletakkan ke seluruh sudut jadi bagi para pengunjung diharapkan menepi terlebih dahulu. Setelah peralatan keamanan sudah dipakai misalnya helm, harnes (tempat duduk) dan juga payung cadangan. Selanjutnya mari mulaiiiii


Sensasi terbangnya seru banget, seremnya cuma diawal tapi setelah take off kita sudah bisa rileks, tinggal duduk dan menikmati pemandangan. Bodohnya saya kan dipinjemin kamera sama kak Ica tapi pas di atas, malah mati dan nggak kerekam. Failed huhuhu

Jumlah atlet Paralayang di Langkisau sekitar 15 orang. Kalau mau Paralayang, bisa langsung daftar on the spot atau hubungin instrukturnya terlebih dahulu. Kalau anginnya besar atau hujan tidak boleh terbang. Sebagai pertanda angin bagus atau tidak juga dapat dilihat di bendera dekat tebing, kalau benderanya sudah keatas posisinya berarti bahaya untuk terbang. Alhamdulillah, saat kami kesana cuaca sedang oke.


Saat diatas sana, mata kita bisa menjelajah pemandangan yang luar biasa, mulai dari bukit yang hijau, laut yang terhampar luas. Lagi asyik-asyiknya menikmati panorama, sudah sampai aja titik penurunan di Pantai Salido. Huhu nggak rela, masih kurang. Tapi karena biayanya lumayan mahal, jadi harus ikhlas hehe. Sekali terbang, biayanya 300 ribu rupiah.


Untuk tempat makan, rekomendasinya di dekat pantai Carocok. Kita akan makan di dekat pinggir laut. Kabupaten Pesisir Selatan juga mempunyai banyak tempat wisata di pulau-pulau, tapi harus menyebarang dulu. Saya belum pernah ke pulau-pulau itu jadi tidak bisa cerita banyak.


Terima kasih buat tim HUT kantor yang udah ngajak saya dan bisa merasakan pengalaman luar biasa ini. Bagi yang mau merasakan sensasinya Paralayang, Bukit Langkisau menjadi salah satu rekomendasi yang oke ^.^

2 comments

  1. Next ultah kantor ngapain kita wi? Diving? :D

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete