Cari Kain Minang/Padang? Pandai Sikek Pilihannya

Ciek Duo Tigo..

Pasti sudah nggak asing lagi dengan bahasa diatas.
Yup, Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan pariwisatanya, mulai dari kuliner hingga alamnya yang indah banget.

Hari Sabtu tanggal 25 November 2017, Provinsi ini memperoleh 5 penghargaan dari 15 kategori pada Anugerah Pesona Indonesia Award yakni:

  • Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan sebagai juara 1 Surga Tersembunyi Populer
  • Seribu Rumah Gadang Kabupaten Solok Selatan sebagai juara 1 Kampung Adat Terpopuler
  • Sawahlunto International Songket Carnival sebagai Juara 2 Festival Pariwisata Terpopuler
  • Tabuik Kota Pariaman sebagai juara 3 Atraksi Budaya Terpopuler 
  • Teh Talua Kota Padang sebagai juara 3 Minuman Tradisional Terpopuler

Keren ya? Ini dari segelintir kecil alasan wajib berkunjung ke Sumatera Barat. Setelah sampai sini, nggak afdhol dong rasanya kalau nggak beli oleh-oleh. Buat temen-temen yang mau beli oleh-oleh di Sumatera Barat pasti nggak bakal kebingungan ide buah tangan karena buanyak pilihannya. Mulai dari makanan yang melimpah dan juga tekstil khas minang seperti mukena, jilbab dan kain. 


Bagi yang punya budget lumayan, songket Minang bisa jadi pilihan yang tepat. Harganya bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Biasanya nih, kalau ke Sumbar destinasi yang sering dikunjungi adalah kota Bukittinggi yang dikenal dengan jam gadang dan pusat oleh-olehnya *mudah-mudahan Pasar Atas Bukittinggi yang terbakar cepat pulih.

Beberapa bulan lalu, saya, Rengga dan Pak Novizar ada kesempatan berkunjung ke rumah salah satu pengrajin songket Minang. Kawasan ini biasa disebut Pandai Sikek. Jadi sebelum ke Bukittinggi kita bisa mampir kesini. Toko yang saya datangi namanya Tenun Songket Pusako

Menuju kesini, luas jalan cukup kecil ngepas banget 2 mobil sedang. Pemandangannya indah banget sepanjang perjalanan, pasti mata dimanjakan dengan panorama hijau dimana-mama. Menuju kedalam, kira-kira 15-20 menit.

Waktu kami kesana, banyak orang sedang memancing di depan tokonya. Bentuk tokonya pun unik, khas bangunan Minang.



Sejarahnya

Rumah Tenun Pusako didirikan sejak tahun 1976. Disini kita dapat menemukan tenunan songket Minangkabau yang halus dan bermutu tinggi, dengan motif-motif tua yang penuh makna. Menariknya, pembeli juga dapat memesan sesuai kebutuhan dan bahkan diajak untuk merancang corak dan warna tenuan yang kita inginkan.

Interiornya. sumber: tenunpusako.com


Bahan Baku dan Teknik Pengerjaan


Untuk bahan bakunya, dahulu diambil dari alam namun sekarang digunakan benang katun dan rayon hasil pabrik dan pewarnaan menggunakan bahan kimia meskipun masih dikerjakan secara manual.

Pengerjaan tenun songket Pandai Sikek seluruhnya dikerjakan dengan tangan menggunakan alat-alat tradisional. Alat utamanya disebut Panta yakni konstruksi kayu berukuran 2 x 1,5 meter tempat merentangkan benang yang akan ditenun.

Panta takni tempat menenun yang terbuat dari bahan kayu dan bambu
Dalam menenun, hasilnya tidak instan seperti mesin namun secara berangsur-angsur yakni selembar demi selembar dan jika putus harus segera disambung kembali. Proses pengerjaannya diulang-ulang bernagti memasukkan benang, memuku, mencukie jalur, melewarkan benang mas dan memukul lagi, demikian seterusnya sampai kain itu mencapai panjang yang cukup. Panjang ya perjalanannya

Dalam satu hari, dikutip dari website tenun pusako bahwa seorang penenun dapat menyelesaikan kira-kira 5 - 10 cm kain dan untuk menyelesaikan satu helai sarung mungkin diperlukan waktu kira-kira satu bulan.

Pak Novizar sedang melihat-lihat kain Songket Pandai Sikek

Motif

Untuk motifnya sendiri banyak ragamnya. Motifnya biasanya berbentuk geometeri dan simetris. Nama motif merupakan representasi dari satu desain yang diulang di lebar dan panjang kain. Ada juga nama motif berdasarkan nama daerah misalnya Kain Balapak dari Padang Panjang, Kain Balambak dari Kabupaten Agam dan lainnya.

Harga kain yang merah tengah itu jutaan

Penyimpanan

Cara menyimpannya jangan dilipat karena bekas lipatan tidak dapat hilang, jadi songket harus digulung sambil dilapisi kertas minyak putih. Disimpan dalam bentuk horisontal  dan jangan dicuci atau diseterika karena bahan kimia dalam detergen akan bereaksi dengan benang mas yang terbuat dari logam campuran. Kalau disetrika dapat merusak kilau benang mas.

Untuk membersihkannya dibilas saja dengan air bersih dan dikeringkan dengan diangin-anginkan dan jangan dijemur di panas matarhari langsung.

Buat yang berbudget terbatas (nunjuk diri sendiri), jangan berkecil hati (puk puk). Kita bisa beli souvenirnya yang unik kok. Mulai dari dompet, tas dan lainnya.



Tertarik tapi belum sempet kesini? Bisa banget dibeli online juga dan dapat menghubungi bapak Adyan Anwar yang nomor kontak tertera di website.

Nah kalau selepas belanja dari sini, nggak jauh dari jalan keluar gang Pandai Sikek ada makanan khas Bukittinggi namanya Bika Talago yang terletak di Koto Baru. Waktu saya kesana rombongan wisatawan Malaysia baru selesai makan. Proses pembuatan Bika masih tradisonal yakni memakai tungku dan rasa bikanya... Rancak Banaaa




Seru kan kalau ke Sumbar karena hati senang, perut pun kenyang ^.^

No comments

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...