Atasi Mata Kering dengan Insto Dry Eyes

Yeay,, Kembali ke Kantor Pusat…

Sudah sekitar 5 bulanan, Alhamdulillah saya kembali ke kantor pusat dan ditempatkan sebagai peneliti. Sebagai peneliti, terkadang saya rada shock karena harus rajin mencari referensi, mulai dari membaca buku, jurnal ataupun googling.

Berlama-lama di depan komputer dari pukul 8 hingga pukul setengah lima, ditambah lagi ketika sampai rumah, terkadang saya ngeblog, membuat mata pegel. Kalau mulai merasakan gejala itu, biasanya saya menghentikan dulu aktivitas membaca atau menatap layar komputer lalu istirahat dengan memejamkan mata sejenak sambil mendengarkan musik untuk mengatasi mata lelah

Tulisan-tulisan jurnal yang imut sering membuat mata sepet. Tidak hanya berlama-lama menatap layar laptop atau membaca, saat ini kegiatan keseharian kita seperti bermain handphone, terkena paparan AC dan menyetir kendaraan di tengah polusi semakin menimbulkan gejala mata perih. Lalu gimana sih solusinya? Cukup nggak sih dikucek-kucek saja atau memejamkan mata seperti saya. Ada nggak sih efek jangka panjang dari kebiasan-kebiasaan diatas terhadap kesehatan mata?

Berkendara dan polusi sebagai salah satu penyebab Computer Vision Syndrome

Ternyata mata sepet, pegel, perih dan lelah merupakan gejala mata kering. Mata kering bukan hanya tidak nyaman tetapi juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mata kita. Dikutip dari situs Health Harvard, mata kita memiliki beberapa sumber kelembaban. Salah satunya adalah kelenjar lakrimal di kuadran luar atas mata. Itulah kelenjar yang menghasilkan air mata jika kita menangis atau sesuatu masuk ke mata. Sumber lainnya termasuk jaringan kelenjar yang tertanam di konjungtiva (permukaan putih mata dan permukaan bawah kelopak mata) yang menghasilkan air dan lendir, lalu ada juga kelenjar di tepi kelopak yang menghasilkan zat berminyak. Campuran air, lendir dan minyak dari dua sumber terakhir ini membentuk lapisan air mata pada permukaan mata.

Bagaimana Teknik Mencatat Saat Belajar?

Hello, World

Saya lagi membangun blog lain dengan niche seputar soft skill terutama tentang skill belajar di kampus. Awalnya mau buat karena Insya Allah sebulan lagi saya kuliah dan terasa seperti diberikan kesempatan kedua untuk menikmati bangku kuliah. Jadi saya mempersiapkan lebih matang dibanding waktu S1 kemarin. Saya mau banyak belajar tentang tips-tips belajar. Biasanya saya belajar dari MOOC favorit saya. Nah kalau dibaca sendiri kan nanti bakal hilang gitu aja dari ingatan. Jadi saya mau buat blog dan juga vlognya, supaya bisa ngingat terus. Tulisan disana akan tetap ditulis di blog ini juga, namanya juga blog gado-gado.

Postingan pertama setelah postingan perkenalan saya saya kutip dari Coursera dengan sumber  dari University of Leeds yang berjudul note making mengenai teknik mencatat. Langung ajaa..

Kegiatan mencatat tidak hanya menulis sesuatu yang kita baca atau dengar. Mencatat adalah proses mereview, mengkoneksikand dan mensistesikan ide dari kelas atau bacaan kita. Catatan disini tidak hanya ketika di kelas tetapi juga teknik bisa diadaptasi pada aktivitas yang lain misalnya seminar, dengerin kuliah online, podcast atau juga menonton video. 


Menyusuri Itinerary Bali Lewat Talkshow Korea Battle Trip

Siapa yang tidak kenal indahnya Bali? Bali sering mendapat penghargaan di bidang pariwisata, misalnya pada tahun 2015 sebagai pemenang the best destination yang diselenggarakan oleh C-Trip sebuah online marketing tourism yang berpengaruh di Tiongkok (RRT), destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor pada tahun 2017. Bali juga merupakan destinasi pertama di Asia sebagai destinasi terbaik dalam TripAdvisor Traveller’s Choice Award dengan memenangkan penghargaan ini dari 418 destinasi lainnya di dunia. Daya tariknya yang luar biasa, dari sisi kuliner, pesona alam hingga kebudayaannya sehingga begitu memikat banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Sayang, saya belum berkesempatan mengunjungi kota ini, tapi keinginan saya sedikit terobati dengan menonton salah satu talkshow tentang perjalanan Bali berjudul Korea Battle Trip yang ditayangkan di KBS TV Korea. Jadi jika saya memiliki kesempatan kesana, saya punya itenarary yang keren jika mengunjungi pulau Dewata, dari mulai spot pariwisata yang terkenal hingga tempat pariwisata yang masih jarang terjamah namun tidak kalah indahnya.

1. Wisata Water Blow Nusa Dua Bali
Disini kita bisa melihat ombak yang mirip busa karena deburan ombaknya yang besar hingga membumbung ke udara. Cakep banget dah kalau foto disini.

2. Surfing di Kuta
Bali terkenal dengan olahraga air, sehingga ketika saya kesana saya ingin sekali menjajal pengalaman surfing di Kuta.

3. Monkey Forest
Tempat ini sudah terkenal banget nih, malah sekarang ada istilah monyet selfie yakni diarahkan oleh pawang kera sehingga terkesan monyet dapat selfie dengan para pengunjung.
Sumber: Kompas
4. Sawah di Ubud
Siapa yang masih ingat tentang pelajaran SD tentang sawah terasering? Sawah yang seperti anak tangga itu memang unik dan jarang ditemui di kota lainnya. Ada juga tempat makan yang enak disana yaitu Organic CafĂ© yang menjual hanya makanan organic, sampai saking indahnya Bali, salah satu bintang tamu yakni Hyun Woo hingga berujar “aku tak ingin pulang, aku tinggal disini saja!!

5. Air Terjun Aling-Aling
Air terjun dengan ketinggian sekitar 35 kilometer ini, sangat deras hingga ke kolam air kebawahnya. Serunya wisatawan dapat menguji adrenalin untuk terjun hingga berenang kebawah seperti menaikin perosotan. Wahhh saya suka saya sukaa
Sumber: Youtube

6. Paragliding/Parasailing
Dulu saya pernah sekali paragliding ketika tinggal di Padang, pengen juga merasakan serunya paragliding atau parasailing di Bali

7. Belanja di Ubud
Tidak lengkap rasanya kalau jalan-jalan tidak membeli buah tangan. Selanjutnya mengunjungi pasar Ubud untuk oleh-oleh. Kalau saya baca review untuk belanja di pasar tradisional jangan lupa untuk mensurvei harga dan menawar hehe.

Dan mungkin satu spot yang saya akan kunjungi yang tidak ada di Battle Trip tersebut yakni menonton tari topeng Bali. Selain itu masih banyak sekali spot-spot pariwasata keren di Bali.

Bali menurut saya sebagai one spot service jadi ketika kita mengunjungi Bali, semua bisa kita dapat, yakni mulai dari wisata kebudayaan, alam (sawah, laut) dan tentu kuliner. Dengan pilihan tempat wisata yang super banyak tersebut, tentu lokasi penginapan menjadi faktor penting. Karena Bali memang kota pariwisata jadi pilihannya sangat banyak, mulai dari hotel bintang 5 di bali hingga pengingapan-penginapan budget. 

Untuk mencari/mensurvei hotel di Bali atau ketika berpergian, saya suka mencari di pegi-pegi.  Langkah awal yakni kita buka website pegipegi lalu klik hotel. Selanjutnya, kita bisa memilih sesuai kebutuhan kita seperti lokasi, bintang hotel, fitur hotel, tipe hotel. Selain itu kita bisa melihat juga di hotel yang popular di Bali serta akomodasi yang lain seperti villa di Bali, bungalow, cottage, apartemen, hostel, lodge dan budget.  

Langkah selanjutnya kita dapat mengisi jadwal check in dan check out, jumlah tamu dan jumlah kamar kemudian klik cari hotel. Kita dapat juga mengurutkan pilihan berdasarkan rekomendasi, ulasan serta berdasarkan harga untuk mencari hotel murah di bali.Jadi sudah costumized banget. Kalau saya paling suka diurutkan berdasarkan rekomendasi pegipegi. Selanjutnya ketika kita sudah menemukan ‘calon’ hotel kita, halaman selanjutnya di pegipegi menurut saya informatif banget. Misalnya ada ulasan pegipegi dan tripadvisor, detail hotel hingga ke keterangan tempat menarik sekitar hotel juga informasi transportasi, kuliner hingga belanja Wow informatif banget. Jadi tidak seperti beli kucing dalam karung

Dengan membayangkan objek wisata Bali saja sudah membuat hati gembira, gimana kalau memang kesana ya. Mudah-mudahan saya dapat pergi kesana secepatnya. Amin

Sneakers, Alas Kaki Paling Nyaman

Beberapa bulan lalu, ada teman kantor saya yang mengalami kaki patah karena berolahraga bulu tangkis dan tidak memakai sepatu olahraga. Akibatnya kaki teman saya harus dioperasi, memakai pen dan memakai tongkat untuk sementara. Begitu pentingnya pemilihan alas kaki yang tepat karena akan berpengaruh terhadap keoptimalan aktivitas harian kita.
Selain fungsi, penggunaan alas kaki juga dapat menunjukkan kepribadian kita. Dikutip dari Kompas, studi yang dipublikasikan pada Journal of Research in Personality menunjukkan bahwa kepribadian bisa dilihat dari alas kaki yang dipilih. Dalam studi tersebut, para responden menguggah foto-foto sepatu mereka, kemudian melengkapi kuisioner tentang kepribadian. Kelompok lainnya melihat foto-foto sepatu tersebut, kemudian diminta menuliskan kepribadian pemakainya. Hasilnya ternyata akurat karena mereka bisa menebak umur, pendapatan dan kondisi kecemasan seseorang hanya dari sepatu yang digunakan. Orang-orang yang mengenakan sepatu-sepatu nyaman cenderung memiliki sifat menyenangkan, sementara mereka yang suka menggunakan ankle boots biasanya lebih agresif. Menggunakan sepatu yang kurang nyaman menunjukkan bahwa pemakainya cenderung lebih kalem. Sedangkan mereka sangat memperhatikan perawatan sepatunya memiliki karakter yang mudah khawatir dan suka bergantung.
Selain itu, dikutip dari website Boldsy bahwa ukuran sepatu juga mengungkap kepribadian kita. Misalnya ukuran sepatu saya nomor 37-38 menunjukkan bahwa adalah orang-orang yang bersemangat pada segala sesuatu yang membuatnya tertarik. Di sisi lain, orang-orang ini juga tidak keberatan mengatakan "tidak" untuk hal-hal yang tidak ingin mereka lakukan.
Dari sekian banyak alas kaki, menurut saya sneakers wanita adalah alas kaki yang paling nyaman jika dibawa berpergian jauh. Contoh publik figure yang suka memakai sneakers yakni Kate Middleton.
Sumber: Esquire

Tips Berbelanja Produk Fashion Terkini

Saat ini, semakin banyak konsumen berbelanja secara online. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi di sektor e-commerce pada 2017 mencapai lebih dari US$ 5 miliar. Dikutip dari liputan6 bahwa pertumbuhan sektor e-commerce membuat sektor ini menjadi primadona investor di tahun 2018. 


Penjualan pakaian secara online turut andil dalam sektor e-commerce ini, pembelian konsumen mungkin sebagai salah satu faktor penyebab menurunnya pembelian di offline store. Sebagai contoh, omzet penjualan toko gamis di Tanah Abang menurun 30-50% dibanding tahun 2017 (kumparan.com). Peningkatan ecommerce yang luar biasa tinggi tetapi menyebabkan mall offline tutup, tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di China dan US. Laporan dari Beijing Technology and Business University menunjukkan 138 departemen store, 262 supermarket  dan 9, 464 toko pakaian offline telah ditutup antara 2012 to 2015.