Day 1: Kenapa Menulis Blog

Apa alasanmu menulis blog? tanya salah satu penguj beasiswa di depan saya. Saya langsung teringat dan flash back kebelakang tentang alasan yang mendasari saya mulai aktif ngeblog. Saya jawab, dulu setelah habis melahirkan saya sedikit bingung dengan dunia baru saya, misalnya tentang perASIan, orang tua saya tidak mengenal tentang tentang ASI perah, mulai dari peralatan pumping hingga cara penyimpanan dan penyajiannya ke anak. Terlebih lagi tentang kebingungan orang-orang di sekitar rumah tentang ASI yang dikemas dalam botol. Curhatan maupun tips ibu-ibu blogger membantu saya melaui hal tersebut dan saya merasa tidak sendirian. Serasa ada teman seperjuangan, jadi selanjutnya saya mulai rutin menulis blog, siapa tahu ada orang lain yang terbantu dengan tulisan saya. Beginilah saya membalas rasa terima kasih saya terhadap para blogger yang sudah membantu saya melalui masa menyusui. Interviewer itu pun diam tak bereaksi mendengar jawaban saya. 

Awalnya, saya membuat blog itu tahun 2010. Pertama kali buat di wordpress judulnya tentang "Kalian Tidak Mendengarkanku" wkwkw. Jadi itu puisi tentang curhatan hati saya yang merasa ketika teman-teman kumpul, kok saya merasa ga didengerin ya. Akhirnya saya keluar dari kelompok pertemanan itu dan membuat puisi itu. Yang kedua postingan tentang puisi lagi tentang "Aku Takut Waktu", itu curhatan tentang skripsi yang direvisi mulu hehe. Setelah itu mulai nulis tapi tidak rutin (sekarang juga tidak rutin juga sih). Jadi alasan saya ngeblog yang lainnya itu sebenernya pengen curhat tapi jarang yang mau dengerin. 

Salah satu kelemahan saya adalah saya kurang ahli di kemampuan verbal, menarik perhatian audience atau pendengar. Bikin boring akhirnya ditinggal wkwkwkwk, padahal ada banyak lho yang mau saya ceritain, misalnya buku-buku yang saya baca, tips TOEFL dan lainnya. Tapi karena saya kurang cakap dalam bercerita akhirnya saya cobalah menulis blog, salah satunya tentang tips TOEFL dan surprisingly postingan itu banyak yang baca dan komen dibandingkan postingan saya yang lain. Beberapa ada yang email juga untuk bertanya lebih lanjut. Ngerasa jadi orang berguna buat orang lain kalau ternyata tips saya bermanfaat.

Alasan yang ketiga adalah waktu sedang menulis review tentang buku, saya juara 1 dan dapat hadiah organizer berjudul "Don't Worry to be Mommy" sesuai dengan judul buku yang saya review. Wah senangnya. Wah enak juga ya bisa dapat rejeki lain dari nulis. Saat ini walau belum menghasilkan banyak, tapi saya terkadang dapat hadiah dari beberapa lomba blog yang saya ikuti, dapat job placement di blog dan mengumpulkan pundi-pundi adsense walaupun bertahun-tahun belum bisa dicairkan hihi. Tapi tentang penghasilan ini bukan alasan utama sih, jadi saya tidak terlalu ngoyo.

Amazingly, ketika menulis blog banyak hal positif yang saya dapatkan. Misalnya saya lebih mengenal diri sendiri, saya jadi tahu sebagai orang introvert walaupun saya tidak ahli dalam kemampuan verbal namun saya punya kelebihan dalam menulis. Dengan mengenal blog juga saya jadi sedikit mengerti mendesain gambar, photoshop dan fotografi dasar untuk keperluan blog. Dengan blogging saya juga mengenal orang-orang hebat yang dapat menjadi inspirasi dan setiap orang istimewa dengan keunikannya masing-masing,

Sneakers, Alas Kaki Paling Nyaman

Beberapa bulan lalu, ada teman kantor saya yang mengalami kaki patah karena berolahraga bulu tangkis dan tidak memakai sepatu olahraga. Akibatnya kaki teman saya harus dioperasi, memakai pen dan memakai tongkat untuk sementara. Begitu pentingnya pemilihan alas kaki yang tepat karena akan berpengaruh terhadap keoptimalan aktivitas harian kita.
Selain fungsi, penggunaan alas kaki juga dapat menunjukkan kepribadian kita. Dikutip dari Kompas, studi yang dipublikasikan pada Journal of Research in Personality menunjukkan bahwa kepribadian bisa dilihat dari alas kaki yang dipilih. Dalam studi tersebut, para responden menguggah foto-foto sepatu mereka, kemudian melengkapi kuisioner tentang kepribadian. Kelompok lainnya melihat foto-foto sepatu tersebut, kemudian diminta menuliskan kepribadian pemakainya. Hasilnya ternyata akurat karena mereka bisa menebak umur, pendapatan dan kondisi kecemasan seseorang hanya dari sepatu yang digunakan. Orang-orang yang mengenakan sepatu-sepatu nyaman cenderung memiliki sifat menyenangkan, sementara mereka yang suka menggunakan ankle boots biasanya lebih agresif. Menggunakan sepatu yang kurang nyaman menunjukkan bahwa pemakainya cenderung lebih kalem. Sedangkan mereka sangat memperhatikan perawatan sepatunya memiliki karakter yang mudah khawatir dan suka bergantung.
Selain itu, dikutip dari website Boldsy bahwa ukuran sepatu juga mengungkap kepribadian kita. Misalnya ukuran sepatu saya nomor 37-38 menunjukkan bahwa adalah orang-orang yang bersemangat pada segala sesuatu yang membuatnya tertarik. Di sisi lain, orang-orang ini juga tidak keberatan mengatakan "tidak" untuk hal-hal yang tidak ingin mereka lakukan.
Dari sekian banyak alas kaki, menurut saya sneakers wanita adalah alas kaki yang paling nyaman jika dibawa berpergian jauh. Contoh publik figure yang suka memakai sneakers yakni Kate Middleton.
Sumber: Esquire

Tips Berbelanja Produk Fashion Terkini

Saat ini, semakin banyak konsumen berbelanja secara online. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi di sektor e-commerce pada 2017 mencapai lebih dari US$ 5 miliar. Dikutip dari liputan6 bahwa pertumbuhan sektor e-commerce membuat sektor ini menjadi primadona investor di tahun 2018. 


Penjualan pakaian secara online turut andil dalam sektor e-commerce ini, pembelian konsumen mungkin sebagai salah satu faktor penyebab menurunnya pembelian di offline store. Sebagai contoh, omzet penjualan toko gamis di Tanah Abang menurun 30-50% dibanding tahun 2017 (kumparan.com). Peningkatan ecommerce yang luar biasa tinggi tetapi menyebabkan mall offline tutup, tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di China dan US. Laporan dari Beijing Technology and Business University menunjukkan 138 departemen store, 262 supermarket  dan 9, 464 toko pakaian offline telah ditutup antara 2012 to 2015.

Pengalaman Tes IELTS Padang

Setelah lama menunda-nuda, akhirnya saya memberanikan diri untuk tes IELTS (International English Language Testing System). Secara kita tahu, IELTS itu harganya lumayan banget, kalau di kota domisili saya, selisihnya beda 1 juta dengan Jakarta. Tapi memang selisihnya itu juga akan dipakai untuk kenyamanan kita seperti ruang kelas di hotel, audio yang baik, snack dan juga makan siang.

Kalau ke Jakarta kan juga tambah ongkos tiket pesawat ya. Karena saya sudah nyaman dengan tempat les saya di Padang yaitu Edlink ConneX yang sangat mensupport anak didiknya dalam belajar, misalnya walaupun lesnya sudah selesai jauh-jauh hari tapi kita bisa bebas belajar di tempat les dan minta latihan soal, sehingga saya tetap pilih tes di Padang.


Review Maybelline Color Sensational Lip Tint

Salah satu beauty influencer di youtube yang suka membuat saya teracun adalah Molita Lin, entah kenapa rasanya tulus aja gitu ngomongnya, terasa sampai hati wkwk. Salah satu videonya adalah mereview semua lip tint yang dia punya. Banyak banget brand nya dan umumnya brand Korea tapi ternyata yang paling favorit adalah lip tint Maybelline. Kan jadinya penasaran. Dan saya coba dan sesuka itu juga, sampai punya 4 warna keseluruhannya. Tapi ya karena nggak diendorse, mampunya belinya dicicil, sebulan satu gitu.