Review L'oreal Instant White UV Perfect SPF 50 PA ++++

Karena suka nonton female daily, akhirnya tahu pentingnya sunscreen. Sinar UV yang dapat menyebabkan kekusaman/kerusakan pada kulit seperti penggelapan, noda hitam, penuaan dini dan warna kulit tidak merata. Lebih baik telat lah, daripada nggak sama sekali. Akhirnya saya masukkin sunscreen kedalam skincare wajib. Terus bingung lagi mana yang cocok di saya, pernah pake sunscreen Korea tapi jadi white cast apalagi setelah naik motor kan keringetan, jadi putih2 di muka hiks. Untung yang mau tahu tentang sunscreen mungkin bisa nonton youtube female daily karena dibahas tuntas disana.


Review La Roche Posay Effaclar Duo + Unifiant (Medium)

Di usia saya yang sudah kepala 3 ternyata jerawat tetap setia menemani. Lebaran tahun lalu wajah saya breakout terparah dan sampai sekarang masih dalam proses penyembuhannya. Akhirnya saya ganti skincare yang lebih mild seperti Avene tapi hasilnya lama terlihat. 

Sekarang sudah baikan karena pakai brand Korea, Mizon tapi masih banyak bekas jerawat yang tersisa. Jadi agak malu kalau keluar nggak pakai BB cream. Tapi kalau kita sedang olahraga, kayaknya kurang bagus ya kalau pakai BB cream karena bisa nutup pori-pori.


Searching-searhing akhirnya saya menemukan moisturizer tinted, jadi dia berperan sebagai pelembab tetapi berwarna. Wah cocok banget buat dipakai pas olahraga jadi nggak keliatan banget noda-noda wajah. Cocok juga dipakai di rumah jadi nggak makeup tetap tertutupi. Jadi fungsi dari produk ini untuk perawatan korektif wajah yang berjerawat sehingga noda-noda di wajah tampak berkurang tanpa kelihatan seperti pakai topeng.

Review Naruko Tea Tree Shine Control & Blemish Clear Night Gell

Sejak wajah bermasalah, rasanya gatel kalau lihat produk untuk jerawat. Pengen coba gitu biar wajah bersihan. Waktu itu kebetulan saya punya kupon diskon 15% dari Sociolla dan sedang ada launching produk baru dengan diskon 20%. Nama brandnya adalah Naruko.

Naruko sebenarnya bukan brand baru tapi sudah berpengalaman selama 25 tahun di Taiwan yang didirikan oleh Niuer. Pendiri Niuer meluncurkan Naruko setelah tujuh tahun. Sebelum itu, ia menghabiskan 20 tahun mempelajari bahan-bahan dalam produk perawatan kulit. Visinya adalah sebagai brand kecantikan Taiwan dengan produk alami, bebas dari paraben, pengawet buatan, pewarna buatan, bebas wewangian dan animal cruelty free. 

Naruko sudah hadir di beberapa negara seperti China, Hong Kong, Makau, Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand dan kini masuk ke Indonesia. Produknya sendiri juga lumayan komplit mulai dari series anti acne, anti aging, blackspot, hydrating, pore minimizing, rejuvenating dan whitening. 


Waktu di Sociolla, baru ada beberapa jenis yang dijual. Saya tertarik dengan sleeping gelnya Tea Tree Shine Control & Blemish Clear Night Gell. Rangkaian anti acne nya agak mirip-mirip dengan Body Shop Tea Tree. Berhubung Body Shop Tea Tree Clearing Night menipis, mau coba yang mirip. Langsung aja review dari saya:

Choisi, Online Shop Hanbok Terfavorit

Hai, hai. Wuah sudah hampir 2 bulan nggak ngeblog. Kangenn. Kali ini saya mau cerita tentang salah satu online shop favorit saya.

Saya kenal baik dengan ownernya. Tina yang saya kenal adalah orang yang kreatif banget dengan keahlian photoshopnya yang paling jago di kantor, kerapihan pekerjaannya dan yang pasti modisnya. Pakaian apapun kalau dipakai Tina rasanya kereen dan temen-temen kantor sering tanya beli baju dimana??? Soalnya dipakainya keren aja gitu hehe.

Geng Handayani (Tina disampingku 😍)

Setelah Tina resign dari kantor karena memutuskan supaya dekat dengan keluarga (Sumpah Tin, aku kagum banget banget) jadi sekarang Tina buka usaha sesuai passionnya yakni fashion. Namanya Choisi. 

Minum Slimfit biar diet tetap fit dan simpel

Beberapa kali saya pernah curhat tentang badan saya yang melar. Jadi gambaran umumnya, sebelum pindah kerja berat badan saya sekitar 52 kg, tapi sejak nggak bisa jaga pola makan sekarang mencapai 67 kg.

Perubahan berat badan yang drastis wajar kalau memicu komen iseng orang-orang. Saya sih menanggapi awalnya ya bodo amat ya walau terkadang bete juga kalau diungkit-ungkit setiap ketemu saya. Seperti nggak ada bahan obrolan lain.

Tapi ya mulai mau berubah karena dari diri sendiri, misalnya baju-baju kesayangan yang sudah nggak muat lagi, celana kerja yang harus beli lagi karena sudah sempit. Jadi pengen berubah jadi normal lagi sesuai BMI.

Nurunin berat badan rasanya mungkin jadi target terbanyak perempuan ya dari tahun ke tahun. Tapi karena memang diet itu butuh usaha yang nggak mudah juga apalagi buat yang tipe badannya mudah gemuk dan doyan makan.